Home / News NTT / Proyek Jalan di Kota Kupang, DPRD: Kontraktor Jangan Hanya Mau Uang!

Proyek Jalan di Kota Kupang, DPRD: Kontraktor Jangan Hanya Mau Uang!

Anggota DPRD Kota Kupang Paulus Manafe

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Menyusul masa adendum pekerjaan jalan hotmix di Kota Kupang yang tertinggal 12 hari lagi hingga 19 Februari nanti dengan sisa pekerjaan yang masih cukup banyak, Anggota DPRD Kota Kupang Paulus Manafe mengingatkan kepada kontraktor agar memperhatikan mutu pekerjaan agar tidak gampang rusak.

“Jangan pentingkan uang, tapi yang harus diperhatikan adalah mutu pekerjaan. Percuma saja kalau memburu pekerjaan cepat selesai tapi tidak memperhatikan mutu,” kata Paulus Manafe kepada moral-politik.com, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (6/2/2016).

Paulus mengatakan, sudah menjadi semacam tradisi di Kota Kupang bahwa pekerjaan jalan mutunya selalu dipertanyakan, apalagi pekerjaan dilakukan pada saat musim penghujan seperti ini, ditambah dengan masa waktu pekerjaan yang tinggal dua minggu lagi dengan progres yang masih tersisa cukub banyak, dan sudah hampir dipastikan bahwa hasil pekerjaan syukur-syukur memenuhi mutu dan standar yang berlaku. Tapi untuk kali ini dirinya meragukan kualitas pekerjaan jalan.

“Terus terang saya ragu, tapi kita lihat saja. Mudah-mudahan pekerjaan dapat terselesaikan dengan mutu yang baik,” kata Paulus.

Pada kesempatan itu, Paulus juga mengkritisi soal adanya kontraktor dari Jakarta yang terlibat dalam pekerjaan jalan di Kota Kupang, tanpa AMP. Menurutnya seharus pemerintah lebih memilih kontraktor lokal dengan peralatan kerja yang lengkap agar pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu. Selain kontraktor lokal yang dipilih juga harus selektif, sebab PT UKB yang tunjuk untuk mengerjakan jalan di Kota Kupang, ternyata punya pekerjaan lain di Kabupaten Kupang.

“Saya mendapat kabar yang mengerjakan jalan di Kota Kupang adalah PT. UKB dan PT. Tjendana Kerso Multi Utama. Dari kedua kontraktor itu hanya PT. UKB yang mempunyai AMP. Namun sayangnya PT. UKB juga punya pekerjaan lain di Kabupaten Kupang. Hal ini yang membuat saya heran, kenapa Dinas PU selaku pemilik proyek tidak melakukan pemeriksaa lebih detail soal kontraktor dan hanya asal memenangkan saja. Tapi hal ini menjadi pelajaran yang baik bagi Dinas PU untuk kedepannya. Namun saya ingatkan sekali lagi, pekerjaan hotmix yang ada saat ini harus dikerjakan dengan mutu yang baik, kalau tidak pemerintah akan berurusan dengan kami Anggota DPR,” tegas Paulus.

Baca Juga :  RSSK buka pemeriksaan 'CT Scan Calcium Score'

Salah satu warga Kelurahan Oebufu, Andy G yang ditemui secara terpisah, juga meminta pemerintah mengawasi mutu pekerjaan jalan, khususnya di Jalan Fetnay. Kondisi jalan itu sudah ditimbun agregat dasar untuk persiapan hotmix. Namun saat ini, agregat itu sudah terkikis habis oleh hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir. Dirinya khawatir jika agregat yang telah terbawa air tidak ditimbun dan diratakan kembali, lantas kontraktor langsung melakukan pengaspalan maka dapat dipastikan kondisi jalan Fetnay yang di hotmix tidak akan bertahan lama.

“Saya minta pemerintah mengawasi lagi pekerjaan jalan, khususnya di Kelurahan Oebufu. Aspal hotmix pada jalan ini merupakan dambaan kami masyarakat, sehingga kami butuh jalan yang baik dan bisa bertahan lama,” katanya.

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button