Home / Populer / Wakil Jaksa Agung Mundur karena Tak Betah Dipimpin Prasetyo

Wakil Jaksa Agung Mundur karena Tak Betah Dipimpin Prasetyo

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto mengundurkan diri dari jabatan fungsionalnya. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah 8 Januari 1956 ini mengaku pada usia 60 tahun seharusnya sudah purnatugas dari jabatan Wakil Jaksa Agung. Namun ia tetap mengajukan pensiun dini kendati masih mempunyai waktu dua tahun lagi mengabdi di Korps Adhiyaksa.

Menanggapi hal ini Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai Andhi Mirwanto mengajukan pensiun dini sebagai Wakil Jaksa Agung karena tidak merasa nyaman berada di lingkungan kejaksaan yang tidak kondusif.

“Saya kira merasa gerah aja beliau (Andhi Nirwanto) dan tidak merasa nyaman berada di lingkungan Kejaksaan Agung yang kira-kira tidak kondusif lagi. Daripada ikut-ikutan salah ya mundur saja, meskipun jabatan fungsional beliau waktunya umur 60 tahun. Beliau kan masih ada waktu dua tahun (menjadi jaksa) tapi merasa tidak nyaman, merasa tidak berguna nanti makan gaji buta begitu kan,” kata Boyamin kepada Okezone, Kamis (4/2/2016).

Permasalahan utamanya adalah pengaruh Jaksa Agung HM Prasetyo yang memimpin Kejagung, menurutnya memiliki korelasi kepada pilihan Andhi Nirwanto untuk mengajukan pensiun dini sebagai jaksa.

“Kecuali Jaksa Agung-nya bagus dan dia (Andhi Nirwanto) merasa enjoy di situ, dia masih bisa berbagi ilmu dan pengalamannya, akan nyaman menerima gaji. Terus kalau kemudian makan gaji buta kan juga tidak nyaman dengan lingkungan yang tidak kondusif dan tidak melakukan apa-apa. Tanggal 1 masuk dan terima gaji, kalau yang punya prinsip dan ideologi pasti tidak akan mau,” sambung dia.

Menurut Boyamin kondisi yang tidak kondusif yang ia maksud adalah proses penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan dipengaruhi faktor politis.

“Lingkungan tidak kondusif itu seperti proses penegakan hukum yang dirasa kurang baik, pada posisi lurus penegakan hukum itu sendiri banyak dipengaruhi faktor politis dan juga banyak pencitraan agar tidak dicopot dan segala macam kan jadi repot gitu kan,” pungkasnya. (MSR)

Baca Juga :  FF minta Bupati Sumba Barat dijadikan tersangka
Sumber: okezone.com

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button