Home / Pena_VJB / Nostalgia Bersama Manis, Gadis Dili

Nostalgia Bersama Manis, Gadis Dili

Vincent, di Restorant Batu Nona Beach, Minggu (6/3/2016) siang. (Foto: Erny)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Dulu sekali, manakala aku masih SMA, kupernah menyapamu ‘Manis’ di tapal batas Indonesia dan Timor Leste.

Pastinya di jembatan Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Waktu itu kau mengenakan levis biru, melekat erat di tubuhmu yang langsing dan putih merona. Sedangkan blus yang kau kenakan berwarna ping, kau biarkan terurai lepas kala ditiup angin kencang-kencang.

Cantikmu tak bisa kugambarkan dengan aksara terindah sekalipun. Kau sungguh tercantik yang pernah kulihat dari sekian banyak pengembaraanku ke sudut-sudut dunia.

Walau kukurang memercayai diri, kukuatkan hati dengan cara menarik napas, lalu menganggap diri sebagai pria terkeren yang selalu kau idamkan dalam detik-detik lamunanmu.

“Hai cantik, lagi ngapain di sini?” ujarku lembut sembari memberanikan mataku menatap mata coklatnya.

Tanpa diduga-duga, dia langsung merespons aneh.

“Koq kau mengenaliku?” sebut dia sembari menahan rambutnya dari usilan angin genit.

Aku pun bingung. Hatiku berujar bagaimana mungkin dia bilang kutahu namanya, padahal tadi tak kuujar namanya.

Kukeluarkan sebatang rokok dari bungkus yang kusimpan di saku baju warna biru tua, kunyalakan dengan pemantik Zipo, menghela asap itu masuk lalu menyembur keluar dalam formasi mawar agar kubisa raih inspirasi soal nama dia. Tetap saja buntu.

Baca Juga :  Sejumlah Ketua RT di Kota Kupang Tolak Dana Operasional

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button