MORAL-POLITIK.COM: Sampai ketika kini perempuan adalah nahkoda bangsa untuk berdemokrasi, karena perempuan di manapun selalu menjadi raja, khususnya perempuan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Demikian secuil rangkuman pendapat Aleta Baun, Anggota Komisi V DPRD NTT dari politikus (PKB) kala menyajikan materi tentang Koalisi Perempuan Indonesi untuk Keadilan dan Berdemokrasi, yang diselenggarakan oleh Balai Universitas Kristen Arthawancana (UKW) Kupang, di ruangan Seminari II P4 lantai II, Jl. Adisocipto, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (30/4/2016) pukul 9.00 Wita.

Menurut aktivis perempuan yang telah meraih sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri ini,  selama ini perempuan yang selalu melengkapi dalam rumah tangga, seperti masak, cuci pakaian, mengurus anak-anak. “Itulah yang memaknai pikir saya untuk menyebut Perempuan adalah Nahkoda Bangsa Indonesia,” jelas dia.

Aleta berharap kepada kaum perempuan NTT agar jangan berpikir bahwa status perempuan hanyalah ibu rumah tangga. Tetapi sebaliknya, perempuan adalah nahkoda bangsa dalam berdemokrasi untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan perduli pada persoalan bangsa dan negara.

“Saya harap kedepan kepada kaum perempuan, mari kita menunjukan kepada masyarakat Indonesia Khususnya NTT, bahwa kita perempuan adalah nahkoda bangsa,” pungkas perempuan asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini.

Penulis: Semar Dju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

57 − 55 =