MORAL-POLITIK.COM: Percakapan perihal sudah saatnya atau tidak dibangun Jembatan Pancasila Palmerah dan Turbin Listrik Enargi Terbarukan di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bak tak habis-habisnya.

Sebagai aparatur negara yang baik, walaupun mulai agak gerah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT, Andre W. Koreh, harus meresponsnya dengan senyum.

Kata Andre, pentingnya membangun jembatan Pancasila Palmerah dan Turbin Listrik Energi Terbarukan, yang menghubungkan Larantuka dengan Adonara, terdapat empat logika berpikir yang sangat penting.

Pertama, ada kebutuhan akan jembatan, kolektivitas energi kita; kedua, ada potensi kita mulai dari pariwisata, pertanian, dan energi; ketiga, teknologinya ada yaitu energi terbarukan; dan keempat, investor ada yang sangat berminat untuk menginvestasikan modalnya.

Keempat indikator tersebut terngaga lebar di depan mata, oleh sebab itu pihak Pemerintah Provinsi NTT tak menemukan alasan pembenaran untuk menepisnya.

“Kenapa kita tolak?” gugat Andre, kalem, kala memberikan penjelasan kepada pihak Kementerian PUPR dan instansi teknis terkait, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (29/3/2016) sekira Pukul 14.40 Wib.

Penulis: Vincent

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 1 = 8