Home / News NTT / Benny Litelnoni Siap Menjadi Saksi Perseteruan 3 Oknum Wartawan NTT

Benny Litelnoni Siap Menjadi Saksi Perseteruan 3 Oknum Wartawan NTT

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny Litelnoni melantik Pengurus Komunitas Media Online NTT. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Benny Litelnoni, mengaku siap menjadi saksi dalam dugaan kasus tindak pidana pemfitnahan, pencemaran nama baik, dan pelecehan melalui media elektronik yang di lakukan oleh dua wartawan, masing-masing Wens Jhon Rumung, pimpinan media tabloit Expo NTT, dan Edi Olin, wartawan Kompas TV.

Benny Litelnoni yang namanya di sebutkan dalam status Facebook, kepada puluhan wartawan media online di rumah dinasnya, Selasa (27/4/2016), di Kota Kupang, menjelaskan sebagai pimpinan daerah dirinya wajib untuk menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. “Fungsi pelayanan kepada masyarakat ini yang saya jalankan untuk melantik komunitas wartawan yang baru pertama di bentuk di NTT. Lalu yang salah dimana?

Terkait dengan proses hukum yang di laporkan Kowmen-NTT, dirinya siap untuk menjadi saksi dalam proses hukum yang berlangsung. “Saya siap untuk saksi apabila dipanggil terkait laporan tersebut. Sebab jabatan saya juga dibawa dalam tulisan tersebut,” ungkap Litelnoni.

Seperti di ketahui, Departemen Bidang Hukum dan Advokasi Komunitas Wartawan Media Online (Kowmen) NTT, Adrianus Ndu Ufi melaporka dua wartawan yakni Wens Jhon Rumung pimpinan media tabloit Expo NTT, dan Edi Olin wartawan Kompas TV.

Dalam laporan korban Adrianus Ndu Ufi di dampingi Kuasa Hukumnya, Fransisco Bernando Bessie, terkait kasus tindak pidana pemfitnahan, pencemaran nama baik, dan pelecehan melalui media elektronik pada SPKT Polda NTT, yang di terima oleh Brigadir Polisi, Heriyadil Arsyad dengan nomor LP: STTL/B/125/IV/2016/SPKT.

Ndu Ufi menceritakan, kejadian itu berawal dari pelaku Wens Jhon Rumung membuat status di akun facebook-nya mengatakan, aneh dan memalukan seorang Wagub melantik pengurus organisasi jurnalistik? Logikannya, yang melantik adalah yang mengeluarkan SK, dan yang melantik yang memberi gaji yang dilantik. Memalukan, baru terjadi di negeri ini.

Baca Juga :  Bina Marga tangani 24 paket pekerjaan jalan

Menanggapi hal tersebut, Wartawan Kompas TV, Edi Olin mengatakan, “itu organisasi media pemerintah om, makanya wagub yang lantik.”

Pelaku Wens membalas hal yang di sampaikan Edi, “oh begitukah, jadi nanti dari APBD NTT.”

“Dari dasar itulah kami merasa biasa saja akan status tersebut. Tetapi setelah dalam komentar di status tersebut Wens menyebut kata NTT, maka dugaan kami Wens sudah melecehkan kami, karena selang beberapa jam usai pelantikan Kowmen-NTT status tersebut diunggah. Dan status tersebut di komentari oleh akun milik Edi Olin,” sebut Ndu Ufi.

Wens John Rumung yang di konfimasi secara terpisah melalui telpon genggamannya mengatakan, terkait laporan ini dirinya siap menghadapi persoalan tersebut. Bahkan dirinya juga kembali menegaskan bahwa dasar hukum apa yang dipakai sehingga seorang Wakil Gubernur NTT melantik sebuah komunitas profesi. “Saya senang di lapor seperti itu. Dasar hukum apa seorang wagub melantik organisasi profesi? Dan saya siap kita ketemu di pengadilan,” ungkap Wens. **

Penulis: Tim/Sd

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button