MORAL-POLITIK.COM: Menyusul tingginya pekerja anak yang melakukan aktifitas di jalan-jalan protokol, baik siang dan malam hari, Pemerintah Kota Kupang lewat Satuan Polisi Pamong Paraja (Sat Pol PP) diharapkan segera melakukan penertiban, khususnya pekerja anak yang berada di perempatan Jalan El Tari Kupang.

Anggota DPRD Kota Kupang, Jerry Anton Pingak, kepada moral-politik.com, di gedung DPRD Kota Kupang, Senin (11/4/2016) mengatakan, pemerintah perlu melakukan penertiban karena Kota Kupang merupakan ibukota provinsi dan sudah menjalankan program Kota Layak Anak, dan Kota Ramah Anak, namun pada sisi lain masih ditemukan aktifitas pekerja anak yang sudah berlangsung sangat lama, namun kurang mendapat perhatian serius.

“Pekerja anak perlu ditertibkan. Masa sudah mendapat predikat Kota Layak Anak, dan Ramah Anak, pekerja anak masih berjamuran di Kota Kupang. Pemerintah perlu menyikapi masalah ini secara serius,” ujar Pingak.

Menurutnya, pekerja anak yang perlu ditertibkan adalah mereka yang biasanya berjualan koran di jalan protokol, penjual kantong kresek dan pendorong kereta di pasar-pasar yang khusus mengangkut belanjaan di pasar.

“Untuk melakukan penertiban pekerja anak, pemerintah Kota Kupang diminta membangun komunikasi dengan pemerintah Provinsi NTT, untuk mencari solusi terhadap penanganan pekerja anak, karena anak-anak tersebut adalah anak yang berasal dari luar Kota Kupang, yang datang melakukan aktifitasnya di Kota Kupang,” pungkas dia.

Penulis: Nyongki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

86 − 83 =