Home / News NTT / Jonas Salean Tepati Janji, Tepat 3 Tahun Masjid Nur Musafir Dibangun

Jonas Salean Tepati Janji, Tepat 3 Tahun Masjid Nur Musafir Dibangun

Foto: kompas.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Setelah menjadi polemik sekian lama, akhirnya pembangunan Masjid Batuplat, di Kelurahan Batuplat, Kota Kupang, terealisasi. Pengresmian pembangunan Masjid Batuplat dilakukan oleh Walikota Kupang, Jonas Salean, dihadiri oleh tiga Dirjen dari Kemnterian Agama (Kemenag) RI, yaitu Dirjen Bimas Islam, Dirjen Bimas Kristen, dan Dirjen Bimas Katolik. Acara pengresmian itu berlangsung kemarin, Senin (12/4/2016), di lokasi pembangunan Masjid, yang dinamai Nur Musafir.

Jonas Salean saat memberikan sambutan pada acara tersebut, mengungkapkan rasa syukur karena pembangunan masjid di Kelurahan Batuplat dapat dilanjutkan kembali, setelah sedikit mengalami kendala yang menghambat proses pembangunan masjid tersebut.

“Sebenarnya tidak ada persoalan, keluarga disini hanya sedikit tersinggung dengan prosedur pembangunan masjid ini. Panitia pembangunan juga sudah berupaya keras, dan ketika saya jadi walikota, saya minta waktu tiga tahun untuk urus, dan genap tiga tahun saat ini semuanya selesai dan siap dilanjutkan,” ujar Jonas.

Menurutnya, Kementerian Agama RI sangat menaruh perhatian bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Kota Kupang, dengan mengutus tiga Dirjen untuk hadir pada kegiatan dimaksud.

“Ini baru pertama terjadi di Indonesia, ketika peresmian pembangunan sebuah tempat ibadah dihadiri oleh tiga Dirjen sekaligus,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pembangunan masjid Nur Musafir tentunya akan menjawabi kebutuhan masyarakat di Kota Kupang, khususnya di Kecamatan Alak.

“Lokasi masjid ini berada di batas wilayah antara Batuplat dengan Manulai sehingga ini sangat strategis bagi umat muslim di dua kelurahan ini untuk dapat beribadah,” katanya.

Mentri Agama RI dalam sambutannya yang diwakili oleh Dirjen Bimas Islam menyampaikan, Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Pasal 29 menyatakan dengan tegas bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama serta beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

Baca Juga :  Yeskial Loudoe: Walikota harus siapkan Naskah Akademik Ranperda !

“Bahwa yang disebutkan di sini adalah seluruh penduduk, bukan hanya warga negara, siapa pun orangnya dijamin oleh negara baik untuk beragama maupun beribadah menurut keyakinannya,” katanya.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button