MORAL-POLITIK.COM: Pers sebagai sahabat kebenaran diminta untuk menjalankan tugas-tugasnya dengan baik dan harus menjalankan tugas-tugasnya dalam menguak fakta, terutama dalam mengungkapkan kasus korupsi. Pers tidak bisa membuat berita berdasarkan omongan orang saja, tetapi harus melalui bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

“Pemberitaan tanpa sumber dan ngarang berbahaya dan bisa dituntut pidana,” ujar Anggota Dewan Pers, Sinyo Hary Harundajang, saat memberikan materi tentang investigasi kasus korupsi yang diselanggarakan Dewan Pers, di Hotel Aston Kupang.

Kegiatan itu sendiri diikuti puluhan wartawan dan pemimpinan redaksi (Pemred) dari media cetak dan elektronik di Kota Kupang

Dikatakan Hary, korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa, karena merugikan masyarakat, bangsa dan negara. Pelaku korupsi selalu menutupi rapat-rapat tindak kejahatannya. Oleh karena itu, korupsi harus diungkap, dibongkar, diusut dan pelakunya diadili sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Prinsip-prinsip dasar dan tahap-tahap investigasi yang harus dilakukan adalah tidak memihak kepada siapapun terutama para penguasa yang yang mempraktekan koruspsi. Selain itu, akurasi data tinggi, nyata, melibatkan sebanyak mungkin sumber, menjamin keamanan sumber berita, jika diminta. Sedangkan untuk investigasi, wartawan harus membuat kerangka acuan (outline). Mendata kemungkinan-kemungkinan investigasi: berapa lama, bagaimana perkiraan situasi di lapangan, siapa para sumber yang akan dihubungi, pertanyaan apa yang akan diajukan terhadap para sumber dan seterusnya,” urainya.

Membongkar korupsi, ujar dia, bukan hanya tugas aparat penegak hukum saja seperti KPK, Polisi dan Kejaksaan, tetapi jurnalis atau media massa juga bisa berperan membongkar korupsi melalui jurnalime investigasi.

“Jurnalisme invertigasi merupakan peliputan berita secara tertutup untuk membuka sesuatu yang ditutup rapat seperti kasus korupsi untuk diberitakan/diinformasikan ke masyarakat. Jurnalisme invertigasi harus berusaha membongkar/mengungkap segala bentuk penyelewengan dan pelanggaran yang sengaja ditutupi oleh pelakunya, termasuk kasus korupsi,” pungkas dia.

Pada akhirnya, sebut dia, dengan pemberitaan yang gencar dalam kasus korupsi maka orang akan berpikir ulang untuk melakukan korupsi.

Penulis: Nyongky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

67 + = 69