MORAL-POLITIK.COM: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang tinggal menghitung waktu sekitar delapan bulan lagi.

Para bakal calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota terus mempersiapkan diri untuk memastikan bisa di usung oleh partai politik (Parpol) incarannya, setidaknya satu ideologi dengan dirinya dan pasangan politiknya.

Pantauan moral-politik.com, baru satu paket yang telah memastikan pasangannya yaitu Jefry Riwu Kore – Hermanus Man.

Balon incumbent, Walikota Kupang, Jonas Salean, yang diketahui paling awal start untuk mendaftar ke PDI-P, Gerindra, NasDem, ternyata hingga detik ini belum berhasil memikat hati Balon Wakil Walikota untuk bersanding dengannya di perhelatan politik bergengsi di Kota Kupang, atau lazim disebut Kota Kasih ini.

Bukannya tak ada yang melirik Jonas Salean. Sebut saja ada Jhon G. F. Seran, Nikolaus Fransiskus, Kristo Blasin, Yeskial Loudoe, dan Kamilus G. Tokan, namun Jonas sangat berhati-hati untuk menentukan pilihannya, semenjak di tinggal pergi Hermanus Man yang tega-teganya menerima pinangan dari Jefry Riwu Kore.

Konsekuensi dari belum punya pasangan Balon Wakil Walikota Kupang, Jonas enggan untuk mendaftarkan dirinya ke Partai Demokrat, karena syarat yang diajukan oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut adalah Balon Walikota yang mendaftar ke Sekretariat Partainya harus bersamaan dengan Balon Wakil Walikotanya.

Bagaimana dengan posisi Viktor Lerik, Dr. Yovita Anike Mitak, dan Hendrik Petrus Benu? Ketiga Balon ini juga enggan mendaftarkan dirinya ke Partai Demokrat.

Menurut Yovita dan Hengky, strategi mendaftarkan diri mesti dengan Balon Wakil Walikota hanyalah bagian dari siasat politik untuk memuluskan Jefri Riwu Kore sebagai anak kandung Partai Demokrat itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

67 − 65 =