MORAL-POLITIK.COM: Mengisahkan kekecewaan terhadap oknum polisi wanita (Polwan) adalah hal yang langka. Kali ini, secara kebetulan kamera menangkap dua oknum anggota Polwan lebih banyak waktu bermain HP dari pada menjelaskan tugas sebagai Polwan.

Berdasarkan pantauan langsung moral-politik.com, pada saat pelepasan pawai paskah oekumene yang dilepas oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, yang di dampingi Waka Polda NTT, Kombes Pol. Sumartono Joaknan, disela-sela pelepasan itulah dua oknum Polwan Polres Kupang Kota, lebih banyak waktu bermain HP di samping Waka Polda NTT, Senin (28/3/2016), pukul 13.00 Wita.

Menanggapi hal tersebut, salah satu mahasiswa di Kota Kupang, Antonio Bria, mengatakan, kalau polisi yang memberika perilakuan seperti itu, lebih baik dimutasi saja, mereka kan ke situ untuk mengawal pawai paskah bukanya mereka pergi berdiri bermain HP, apa lagi di samping orang nomor dua di Polda NTT.

Karena itu, menurut Antoni, kedepan diharapkan Polwan-polwan yang bertugas bisa menghilangkan perilaku seperti itu. “Pihak atasan juga harus bisa memberikan pemahaman kepada bawahannya supaya jangan ada kelalaian seperti itu lagi,” katanya menambahkan.

“Para Polwan harus tahu diri sebagai penjaga keamanan, dan pengayom masyarakat Kota Kupang ini, supaya masyarakat tahu tugas dan fungsi aparat kepolisian,” tandasnya.

Penulis: Semar Dju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 6 = 4