MORAL-POLITIK.COM: Silang pendapat terkait rencana pembangunan jembatan Pancasila Palmerah dilengkapi dengan turbin listrik energi terbarukan, di Kabupaten Flores Timur bakal berakhir manis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andre W. Koreh, ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan dari NTT yang mengikuti rombongan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya untuk mempresentasekan rencana pembangunan jembatan dan energi terbarukan di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (25/3/2016) siang, menuturkan, bahwa seusai pertemuan dengan kementerian PUPR dan instansi teknis terkait, Menteri ESDM ingin bertemu dengan calon investor, Pak Latif dari Belanda, untuk mempercakapkan pola kerjanya seperti apa.

Sedangkan perihal tarif, kita belum akan percakapkan. Sebab bagaimana mungkin kita bisa menetapkan tarif jika kita belum punya contoh, karena ini energi terbarukan bukan saja konteks Indonesia tapi konteks dunia masih tergolong baru.

halimHalim, konsultan dari investor yang akan membangun jembatan Pancasila Palmerah dan Turbin Listrik Energi Terbarukan, sedang memberikan penjelasan, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (25/3/2016).

 

Jadi, sebut Andre, Menteri ESDM mendukung sepenuhnya dan berharap hal tersebut segera terealisasi. Sedangkan, tambahnya, permasalahan kebijakan nasional yang belum di atur dalam regulasi akan diatur dengan sebaik-baiknya, karena pada level top manajer tak ada masalah.

Bahkan menurut dia, Setkap Pramono Anung telah menyatakan kesediaan untuk membantu. Selain itu, kata Pramono, pekerjaan pembangunan jembatan sudah biasa dilakukan oleh PU. Yang belum adalah energi terbarukan di jembatan Pancasila Palmerah.

Ada pola baru yang bakal dicermati. Sebelumnya baik pembangunan jembatan hingga energi terbarukan dilakukan oleh investor Belanda. Tapi terbaru, sedang dalam pertimbangan dua alternatif.

akGubernur NTT, Frans Lebu Raya sedang di wawancarai wartawan TVRI usai pemaparan di kantor Kementerian PUPR, Jakarta. (Humas Setda NTT)

 

Pertama, jembatan di kerjakan oleh pemerintah Indonesia; dan kedua, energi terbarukan dilakukan oleh investor Belanda. “Karena energi terbarukan oleh Belanda maka biayanya berkurang drastis,” jelasnya.

Mengapa kita ingin membangun jembatan Pancasila Palmerah? Menurut Andre ada empat logika berpikir. Pertama, ada kebutuhan, kolektivitas energi kita; kedua, ada potensi kita mulai dari pariwisata, pertanian, dan energi; ketiga, teknologinya ada yaitu energi terbarukan; dan keempat, investor ada, kenapa kita tolak?

Penulis: Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 4 =