Home / News NTT / Manakala Warga Kota Kupang Meradang soal Tarif Angkot Belum Turun

Manakala Warga Kota Kupang Meradang soal Tarif Angkot Belum Turun

Salmon Rihi Lo. (Foto: NYongky)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Warga Kota Kupang mulai mengeluhkan sikap dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, yang belum menurunkan tarif angkutan umum, padahal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mengalami penurunan untuk kali keduanya, sejak awal April lalu.

“Ini sudah kali kedua, harga BBM mengalami penurunan, tapi tarif angkutan belum turun-turun juga. Harga sembako dan kebutuhan lain juga tidak turun-turun juga. Pemerintah sepertinyan membiarkan tanpa ada respon sedikitpun. Beda kalau harga BBM naik. Tanpa ada persetujuan dari pemerintah, angkutan dan barang-barang langsung naik, dan tak berselang lama, pemerintah langsung mengeluarkan aturan tentang kenaikan tarif angkot,” kata Salmon Rihi Lo, salah satu warga Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang, kepada moral-politik.com, di kediamannya, Kamis (14/4/2016) yang lalu.

Menurutnya, seharusnya pemerintah respons dengan masalah seperti ini, karena kasihan warga yang dikorbankan. Kalau warga dari kalangan mampu tentu tidak menjadi masalah, tapi kalau warga yang hidupnya pas-pasan dari kalangan bawah tentu masalah ini menjadi masalah serius.

Dirinya mengharapkan pemerintah segera menurunkan tarif angkutan umum, agar warga pengguna angkutan juga bisa merasa dampak dari penurunan BBM, sebab kalau pemerintah tidak menurunkan BBM, maka yang menikmati dari turunnya harga BBM adalah kalangan mampu yang mempunyai kendaraan baik itu, mobil maupun motor.

“Kalau pemerintah tidak menurunkan tarif angkutan maka yang menikmati penurunan harga BBM hanya mereka dari kalangan mampu saja. Sedangkan kalau warga tidak mampu hanya bisa merasakan dampak ketika harga BBM naik,” pungkas dia.

Penulis: Nyongky
Baca Juga :  Herry Dahi Kadja: Jefry-Herman Tak Otomatis Diakomodir Partai Demokrat

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button