MORAL-POLITIK.COM: Setelah mengeluarkan instruksi kepada DPC Demokrat Kota Kupang, untuk membuka penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, sejak (4/4/2016) lalu, Dewan Pimpinan Pusat DPP Demokrat mewajibkan sedikitnya ada tiga pasangan bakal calon (Balon) yang mendaftar dan mengikuti proses penjaringan di DPC Demokrat, baru bisa diproses untuk disurvei.

“DPP menargetkan sedikitnya tiga balon Walikota yang sudah mempuyai wakilnya untuk mendaftar dan mengikuti penjaringan di Partai Demokrat. Tapi DPC akan melihat perkembangan kedepan karena saat ini masih banyak balon Walikota maupun wakil yang belum mempunyai pasangannya masing-masing,” kata ketua DPC Demokrat Kota Kupang, Herry Dahi Kadja, kepada wartawan di Kota Kupang.

Menurut Kadja, alasan utama dari DPP untuk menerima pendaftaran secara paket, karena Demokrat tidak mau dipusingkan dengan jodoh menjodohkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, sehingga setiap kandidat yang mendaftarkan diri di Partai Demokrat harus mempunyai pasangan masing-masing.

“Melihat fenomena yang ada saat ini, masih banyak kandidat yang belum menentukan pasangan pendamping dalam pilkada nanti. Hanya kandidat yang telah mempunyai pasangan yaitu Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man,” katanya.

Menurutnya, dengan fakta baru satu kandidat Balon Walikota yang mempunyai pasangan, Demokrat bisa saja memperpanjang masa pendaftaran, apabila sampai batas akhir pendaftaran pada tanggal 30 April mendatang, baru ada satu calon yang mendaftar. Namun untuk memperpanjang masa pendaftaran, pihak DPC harus berkoordinasi dengan pihak DPP, apakah diperbolehkan atau tidak, sementara instruksi DPP mewajibkan minimal ada tiga pasangan balon Walikota dan Wakil yang mendaftar.

Penulis: Nyongki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

87 − = 84