MORAL-POLITIK.COM: Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berujar, gerakan efesiensi untuk membangun proyek-proyek di Provinsi NTT itu sangatlah penting untuk dicermati dan menjadi perhatian serius.

Kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Jumat (8/4/2016) petang, mantan Ketua KNPI NTT ini beralasan bahwa selain ada proyek-proyek yang di bangun dengan menghitung untung dan rugi, tetapi ada juga proyek-proyek yang tidak feasible atau tidak layak di bangun, tetapi pemerintah harus membangunnya hanya demi kebanggaan, dan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau diukur dengan uang itu tidak bisa, hanya bisa di ukur dengan benefit, hanya bisa di ukur dengan rasa bangga, rasa aman. “Bagaimana mungkin kita bisa uangkan perasaan-perasaan semacam ini?” gumamnya dalam retorika tanya.

Jika kita simak lebih jauh lagi, ujarnya, ada juga investor yang ingin membangun suatu proyek tapi dengan menghitung untung dan rugi. Tapi jika pemerintah yang membangun, tidak semata-mata memperhitungkan untung dan rugi. Kendati tak menguntungkan secara financial tapi pemerintah harus hadir, yaitu demi pelayanan kepada masyarakat.

Andre menuturkan, masyarakat NTT sekarang punya masalah. Pemerintah hadir karena ada kebutuhan, ada konektifitas (jalan, jembatan, pelabuhan udara, pelabuhan laut). Ada kebutuhan yang sekarang ini jadi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan akan energi.

“Mari kita lihat berapa ratio eleksitas, atau berapa banyak masyarakat kita yang telah di layani kebutuhan listriknya?” tambahnya.

Potensi Pariwisata dan Pertanian

Potensi kita di Kabupaten Flores Timur pada khususnya adalah mulai dari pariwisata yang tak terbantahkan lagi, yaitu kegiatan prosesi Samana Santa yang setiap tahun mampu menyedot wisatawan mancanegara dan Nusantara puluhan ribu orang, pertanian di Adonara, dan ada juga perikanan yang terbuang begitu saja sehingga pada akhirnya di bikin ikan kering; jadinya kurang diminati masyarakat.

 

dua1

 

Potensi Arus Laut

Di tambah lagi dengan informasi dari BPPT bahwa ada potensi arus laut. Ini sebuah kekayaan yang layak untuk di bangunnya Jembatan Pancasila Palmerah dan pembangkit turbin listrik energi baru terbarukan.

Bagaimana menggali potensi?

Ada teknologinya. Pengusaha di Belanda terkenal dengan teknologi kincir angin memandang arus laut juga bisa menghasilkan energi listrik. Kekuatan arus 2,5 meter per detik saja sudah bisa memutar energi, sementara di Selat Gonsalo bisa 3,4 sampai 7 meter per detik.

Ada Investor

Pengusaha dari Belanda ingin menginvestasikan modalnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − = 12