Home / Sejarah / Sejarah Bunuh Diri Masal, Termasuk di Bali Bikin Heboh Indonesia

Sejarah Bunuh Diri Masal, Termasuk di Bali Bikin Heboh Indonesia

Foto: gudang-berita.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Bunuh diri yaitu al yang begitu ditentang oleh agama ataupun beberapa instansi hak asasi manusia. Bunuh diri sama juga membunuh orang lain. Namun di sebagian tempat di dunia, bunuh diri dikira mempunyai arti yang besar. Contoh di Jepang yang kerap kita kenal dengan “harakiri”, bunuh diri untuk melindungi harga diri.

Bunuh diri umumnya dikerjakan oleh satu individu saja. Itu juga dikerjakan ditempat yang tersembunyi. Lalu bagaimana bila masalah bunuh diri ini ditangani banyak orang. Bahkan juga dikerjakan dalam sekali waktu. Itu 7 masalah bunuh diri massal paling mengerikan yang pernah berlangsung di dunia.

Bunuh Diri Massal di Bali, Indonesia

1. Bali, Indonesia

Masalah bunuh diri mengerikan nyatanya pernah berlangsung di negara kita terkasih ini. Momen ini berlangsung di Denpasar, Bali pada th. 1906. Waktu itu Bali masihlah dikuasai oleh Pemerintah Belanda. Bahkan golongan penjajah ini bisa masuk dan menginvasi kerajaan sekitaran Denpasar dan buat Raja dan rakyat terasa tidak dihargai.

Pada akhirnya Raja dan semua rakyat berkumpul di lapangan. Raja menyuruh pendeta menikamkan belati ke arahnya. Lalu semuanya rakyat ikuti dengan sama-sama membunuh dianya dan membunuh rekanan di sampingnya. Diprediksikan ada semakin lebih 1. 000 orang yang wafat dunia akibat momen mengerikan ini.

2. Demmin, Jerman
Hal mengerikan tentang bunuh diri massal juga berlangsung di Jerman. Momen yang mengonsumsi korban pada 800-1. 000 orang ini berjalan pada th. 1945. Penyebab peristiwa ini yakni kepanikan yang dikerjakan oleh Tentara Soviet. Kepanikan ini mengakibatkan banyak kerusuhan di semua kota. Warga begitu kuatir dan pada akhirnya pilih untuk mati.

Warga Kota Demmin berasumsi bila mati akan memperoleh surga daripada hidup seperti satu neraka. Mereka bunuh diri dengan menceburkan diri ke sungai, memotong urat nadi, gantung diri, dan senapan api. Semuanya langkah dipakai agar mereka dapat lepas dari desakan dan kepanikan yang datang sehari-hari. Sungguh miris.

Baca Juga :  Presiden Soeharto berbicara G30S PKI, Supersemar, dan Bung Karno

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button