MORAL-POLITIK.COM: Terkait banyaknya pengeluhan warga pengguna Angkutan Kota tentang tarif penumpang yang belum mengalami perubahan pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Yogerens Leka, di ruang kerjanya, Kota Kupang, Jumat (15/4/2016), mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Kota Kupang belum bisa menetapkan besaran tarif penumpang Angkot yang baru untuk diberlakukan di Kota Kupang, walaupun sudah ada penurunan harga BBM sebesar Rp. 500 dari harga sebelumnya.

Menurutnya, hal itu dikarenakan sampai saat ini belum ada Surat Keputusan Gubernur terkait tarif Angkot yang baru. Sehingga Pemerintah Kota Kupang juga belum dapat menetapkan aturan terkait tarif tersebut.

Dirinya menjelaskan, tarif angkot baru bisa ditetapkan setelah Gubernur Nusa Tenggara Timur mengeluarkan SK terkait Penetapan Tarif Angkutan yang baru. Kemudian, ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Peraturan Walikota (Perwali) tentang Penetapan Tarif Angkutan Penumpang Dalam Wilayah Kota Kupang setelah Dinas Perhubungan melakukan penyesuaian tarif.

Oleh karena itu, Leka mengaku, untuk saat ini tarif penumpang Angkot di Kota Kupang masih menggunakan aturan yang lama, yakni untuk penumpang dewasa, batas atas yang ditetapkan sebesar Rp. 3.500 dan batas bawah sebesar Rp. 3.000. Sedangkan untuk penumpang pelajar dan mahasiswa, tarif batas atas sebesar Rp. 2.500, dan batas bawah sebesar Rp. 2.000.

Dirinya menghimbau, warga Kota Kupang khususnya pengguna Angkot dapat bersabar menunggu keputusan tentang harga Angkot yang baru. Karena dirinya memastikan, jika penyesuaian tarif Angkot sudah dilakukan, maka Angkot yang masih menagih dengan menggunakan tarif lama akan ditindak dan dimintai pertanggungjawabannya. **

Penulis: Nyongki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 5 = 1