Home / News NTT / 3 Terdakwa Kasus Pencucian Uang PDT ‘Dihadiahi Hukuman’ Majelis Hakim Tipikor

3 Terdakwa Kasus Pencucian Uang PDT ‘Dihadiahi Hukuman’ Majelis Hakim Tipikor

Foto: Semar Dju.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Majelis Hakim Tipikor Klas 1A Kupang bertempat di Jl. Kartini No V, Kelurahan Kelapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memvonis tiga terdakwa perkara pencucian uang negara atau korupsi pembangunan Dermaga di Pamakayo, Flores Timur (Flotim) dan Bekalang, Alor tahun anggaran 2014 lalu.

Dari ketiga terdakwa itu, masing-masing Nur Suwartina, Slamet Maryoto selaku anggota Panitia Penerima Barang dan Jasa (PPBJ) akhirnya di vonis sama oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (8/6/2016) pukul 14.00 wita di Pengadilan Tipikor Kupang. 

“Nur Suwartina dan Slamet Maryoto di vonis 1 tahun 5 bulan untuk proyek dermaga Pamakayo dan 1 tahun 5 bulan untuk proyek dermaga Bekalang, Alor. Sementara terdakwa Ramlan selaku kontraktor PT. Mina Fajar Abadi hanya di vonis pidana penjara selama 1 tahun 5 bulan serta dibebani membayar denda sebesar Rp. 50 juta, subsidair 1 bulan kurungan untuk proyek dermaga Bekalang, Alor.

Dalam amar putusan itu di pimpin Majelis hakim yang diketuai Sumantono, didampingi hakim anggota Jemmy Tanjung Utama, dan Yelmi. Dalam amar putusannya mengatakan, setelah mendengarkan dakwaan JPU, mendengarkan keterangan saksi-saksi termasuk mendengarkan tuntutan JPU serta pembelaan terdakwa, maka majelis hakim memutuskan perbuatan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencucian uang negara atau korupsi secera bersama-sama yang mengakibatkan orang lain atau suatu korporasi diuntungkan.

“Atas Perbuatan mereka itu, karena perbuatan ketiga terdakwa masing-masing Nur Suwartina, Slamet Maryoto dan Ramlan tidak terbukti sebagaimana dalam dakwaan primair. Oleh karena itu maka ketiganya dibebaskan dari dakwaan primair tersebut. Namun, perbuatan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair.

Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara bagi Nur Suwartina dan Slamet Maryoto dengan pidana penjara masing- masing untuk proyek dermaga di Pamakayo, Flores Timur dan proyek dermaga di Bekalang, Alor selama 1 tahun 5 bulan penjara. Membebani para terdakwa dengan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan untuk proyek dermaga Pamakayo, Flores Timur dan Bekalang, Alor.

Sementara terdakwa Ramlan di vonis pidana penjara masing- masing selama 1 tahun 5 bulan serta denda sebesar Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan untuk proyek dermaga Bekalang, Alor,” tegas Sumantono.

Baca Juga :  Banggakan Dana PEM, Jonas harap penggantinya lebih profesional...

Pencarian Terkait:

  • Jemmy tanjung utama

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button