Home / News NTT / Apakah Pembangunan Pengaman Pantai Wisata Lasiana Hanya Asal-asalan?

Apakah Pembangunan Pengaman Pantai Wisata Lasiana Hanya Asal-asalan?

Lokasi proyek pengaman Pantai Wisata Lasiana, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (5/6/2016). Foto: Semar Dju

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Proyek pembangunan Pengaman Pantai Wisata Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2016, bernilai sebesar Rp. 20.758,000,000 dalam proses pengerjaannya terkesan dikerjakan tidak maksimal dan terindikasi berdampak pada kualitasnya atau mutu proyek tersebut yang rendah atau asal-asalan belaka.

Hal tersebut disampaikan Robi Selan, salah satu warga Kelurahan Lasiana. Kata dia, pembangunan tersebut hanya membuang anggaran negara. “Coba pemerintah berpikir anggaran tersebut diberikan kepada warga-warganya yang sedang tidur di trotoar dan pengemis di pinggir-pinggir jalanan, supaya mengurangi masalah ketenagakerjaan di Kota Kupang, yang masih jauh dari harapan masyarakat, akan jauh lebih bermanfaat,” sebut Robi.

Ia menjelaskan, dengan pembangunan lopo Lasiana itu efek kedepannya apa? Kemudian dengan dibangunnya tembok penahanan ombak itu apa manfaatnya bagi masyarakat?

“Penahan ombak itu pun pemerintah sepertinya sudah menciptakan tsunami sehingga mereka punya perencanaan itu, dan kalau memang pantai Lasiana mau tsunami itu ada di tangan Tuhan bukan di tangan pemerintah,” tambahnya bernada kesal.

Berdasarkan pantauan langsung moral-politik.com ke lokasi Pantai Lasiana, serta meminta keterangan dan mewawancarai beberapa warga setempat di daerah sekitar lokasi proyek, selain itu wartawan juga meminta keterangan langsung pada Pimpinan Mina Fahar Abadi Cabang Kupang, Randi Mesak sebagai pekerja proyek tersebut, namun dirinya selalu menghindar dari awak media.

Randi pada saat itu meminta kepada konsutan pengawas Ronni Sil untuk menjelaskan sedikit proyek pembangunan tersebut. “Terkait proses pembangunan itu, proyek pembangunan ini orang kedua dan ketiga yang kerja. Kalau pihak pertama yang pemenang tender sedang di Rote,” ungkap Ronni singkat.

Baca Juga :  Gabriel Suku Kotan Diduga Sedang Melindungi Kadis DPK NTT dari KKN

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button