Home / News NTT / Bidan Dewi Jalani Sidang Perdana di PN Klas 1A Kupang

Bidan Dewi Jalani Sidang Perdana di PN Klas 1A Kupang

Bidan Dewi. (Foto: tribunetime.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang bertempat di Jl. Palapa, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dakwakan terdakwa kasus aborsi, Bidan Dewi, Selasa (31/5/2016) kemarin sekira pukul 12.00 wita.

Sidang itu digelar bertempat di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Kupang, terdakwa Dewi Sulita Bahren alias Ibu Dewi (43) mulai diadili majelis hakim.

Agenda sidang perdana terdakwa Dewi yakni pembacaan dakwaan oleh JPU Kejari Kupang, Kadek Widiantari. Dalam dakwaannya, Kadek Widiantari mengatakan, perbuatan terdakwa Dewi Sulita Bahren alias ibu Dewi bermula pada tanggal 17 Januari 2016 sekira pukul 16.00, saksi Siti Nuraini Nurdin Haji Kasim mendatangi klinik bersalin Bidan Dewi yang terletak di Jalan Nuri I, Nomor 05, RT 07/RW 05, Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, diantar saksi Siti Mariam Djandjani.

Setibanya di klinik terdakwa, saksi Siti masuk ke dalam kamar praktek terdakwa lalu terdakwa menyuruh saksi untuk tidur.

Selanjutnya, terdakwa mengoleskan gel ke perut saksi Siti dan dilakukan tes USG. Saat tes USG, terdakwa mengatakan janin masih hidup tapi lemah. Kemungkinan besar kalau lahir nanti cacat. Lebih baik dikasi gugur saja.
Begitu kata terdakwa ke saksi, Siti Nuraini Nurdin Haji Kasim. Menanggapi penjelasan terdakwa, saksi mengatakan kalau itu keputusan Ibu Dewi, maka saksi serahkan semuanya kepada ibu bidan saja. Selanjutnya, terdakwa menyuntikkan obat ke paha saksi lalu meminta saksi untuk pulang ke rumah.

Selanjutnya, jelas Kadek, pada Selasa 19 Januari 2016, sekira pukul 14.00, saksi Siti Nuraini Nurdin Haji Kasim kembali lagi ke klinik terdakwa Bidan Dewi lalu masuk ke kamar praktek. Saat itu, saksi mengatakan kalau ada cairan putih keluar dari kemaluannya. Selanjutya, saksi disuruh terdakwa naik ke atas tempat tidur. Terdakwa lalu mengoleskan gel lalu melakukan tes USG.

Baca Juga :  Johana jadi Plt. Wali Kota Kupang, Jonas berharap bisa bekerja dengan baik !

Usai melakukan USG, terdakwa mengatakan janin tidak bergerak lagi jadi harus dikeluarkan. Penjelasan terdakwa justru diiyakan saksi Siti.

Terdakwa lalu menyuntikan obat sebanyak dua kali di bokong saksi. Selanjutnya, saksi memberikan uang senilai Rp 5 juta ke terdakwa sebagai DP aborsi.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button