MORAL-POLITIK.COM: Pergantian Kapolri selalu menyisakan cerita menarik. Proses pemilihan orang nomor satu di Korps Bhayangkara oleh presiden juga selalu beragam. Namun sosok yang tepat akan dipilih sesuai kondisi keamanan negara saat itu.

Ada kisah menarik bagaimana Presiden Soeharto memilih calon Kapolri. Saat itu Soeharto akan mengganti Jenderal Awaluddin Djamin dengan Kapolri baru.

Untuk mendapatkan masukan, Soeharto memanggil ajudannya, Kombes Kunarto.

“Kun, Awaludin akan diganti. Pamudji atau Anton Metro. Lebih baik yang mana?” Kata Soeharto.

Kunarto kaget mendengar pertanyaan Presiden Soeharto. Dia langsung memeras ingatannya. Kebetulan Kunarto mengenal dua sosok calon Kapolri yang merupakan seniornya itu.

“Bapak merasakan apa yang harus dibenahi? Kalau Jenderal Pamudji kuat di bidang administrasi, kalau Jenderal Anton kuat di operasional,” jawab Kunarto.

Baca Juga :  Arkeolog temukan bangkai kapal selam Nazi yang karam tahun 1944 (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here