MORAL-POLITIK.COM: Seorang juru mudi Kapal TB Charles 00, Albertus Temu Slamet, membenarkan mereka dibajak dua kelompok bersenjata di perairan Sulu, Filipina. Enam dari 13 awak di kapal tersebut dibiarkan melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.

Keenam anak buah kapal tersebut tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (25/6/2016) kemarin. Mereka adalah Albertus Temu Slamet (juru mudi), Andi Wahyu (Mualim II), Syahril (Masinis IV), Redgar Frederick Lahiwu (juru mudi), Rudi Kurniawan (juru mudi), dan Agung E Saputra (juru masak).

Keluarga mereka menyambut dengan haru. Jaelani tak henti-hentinya menangis melihat anaknya, Syahril, selamat dari penyanderaan kelompok pembajak di perairan Sulu, Filipina.

“Alhamdulillah kamu selamat, Nak, kamu masih dilindungi Allah,” bisik Jaelani kepada Syahril di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu(25/6/2016).

Jaelani mendapatkan kabar penyanderaan itu setelah ditelepon istri kapten yang disandera pada Rabu (22//6/2016).

“Dia bilang anak kita (Syahril) ada di kapal, kalau enggak ditebus, dipenggal lehernya. Saya lemas mendengar kabar itu,” kata dia.

Kesedihan Jaelani bertambah saat mengetahui bahwa perusahaan tempat Syahril bekerja sempat tidak percaya bahwa kapal milik perusahaan itu dibajak perompak bersenjata dalam pelayaran.

Baca Juga :  Bunga-bunga CFD Kota Kupang (2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here