MORAL-POLITIK.COM: Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kupang belum bisa melakukan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) karena Surat Penetapan Pajak (SPT) belum diterbitkan. Belum dicetaknya SPT karena mesin pencetakan SPT di Kota Kupang mengalami kerusakan.

Demikian dikatakan Kadispenda Kota Kupang Jefri Pelt kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Rabu (1/6/2016) siang.

Jefri mengatakan, atas kerusakan dari mesin pencetak SPT, Dispenda sudah berupaya mendatangkan lagi mesin baru, namun untuk pengadaannya, sangat dibutuhkan waktu.

“Sebenarnya harga mesin itu hanya sebesar Rp. 35 juta karena mesin itu tidak dijual di Indonesia. Mesin itu hanya dijual di Singapura, sehingga untuk pengadaan butuh waktu yang cukup lama. Namun kami sudah pesan dari beberapa waktu lalu dan awal Juni ini diperkirakan mesin itu sudah tiba di Kota Kupang,” ujarnya.

Menurutnya, kalau mesin pencetakan SPT sudah tiba di Kota Kupang, maka hanya dibutuhkan waktu 10 hari untuk mencetak SPT sebanyak 70 ribu, untuk 70 ribu wajib pajak di Kota Kupang.

“Paling lambat awal Juli SPT sudah bisa terbit, dan penagihan sudah bisa berjalan,” pungkas dia.

Penulis: Nyongky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

76 − 68 =