MORAL-POLITIK.COM: Honor panitia penyelanggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Kupang tahun 2017 mendatang menelam biaya sebesar Rp. 8,9 miliar. Dana sebesar itu untuk membayar Panitia, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), PPDP dan Linmas.

Demikian dikatakan Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kupang, Lodowik Fredik kepada moral-politik.com di Kantor KPUD Kota Kupang, Rabu (8/6/2016) siang.

Menurutnya, secara keseluruhan panitia add hock untuk penyelenggaraan Pilkada Kota Kupang berjumlah 7221 orang belum termasuk staf sekertariat KPU, sehingga sangat dibutuhkan biaya yang cukup besar. Semua panitia diberi upah sesuai standar yang telah diberlakukan secara nasional, jadi tidak sistem pengupahan yang diatur sendiri oleh KPUD Kota Kupang.

“Jadi dari total dana sebesar Rp. 23,4 miliar, hampir setengahnya untuk pembiayaan honor penyelenggara,” ujar  Lodowik.

Lodowik mengatakan, honor untuk para panitia penyelenggara Pilwalkot memang tidak sesuai dengan UMP yang cuma sebesar Rp. 900 ribu, tapi sudah menjadi ketentuan secara nasional sehingga KPUD tidak berani naikan. “Kami dari KPU juga sebenarnya ingin menaikan upah, tapi tidak bisa,” pungkas dia.

Penulis: Nyong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

28 + = 30