Home / News NTT / Menelusuri Pantai Lasiana yang Rawan Kasus & Minim Fasilitas Penerangan

Menelusuri Pantai Lasiana yang Rawan Kasus & Minim Fasilitas Penerangan

Lopo di Pantai Lasiana, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada malam hari, Minggu (5/6/2016). Foto: Semar Dju.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif (DPRK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pemerintah Kota Kupang, telah bermimpi buruk untuk membangun sejumlah fasilitas guna memenuhi kebutuhan warga kotanya sendiri dan wisatawan.

Salah satunya adalah penerangan jalan di Pantai Lasiana sebagai tempat wisata dari jaman Nipon sampai jaman Wali Kota Kupang Jonas Salean dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, masih saja simpang siur karena jauh dari harapan masyarakatnya sendiri.

“Di sejumlah titik, memang sudah diakomodir sesuai permintaan warga, tetapi di bibir Pantai Lasiana yang tercatat rawan perampokan, pencurian dan pemerkosaan, belum dibenahi secara serius oleh pemerintah. Kita sudah usulkan puluhan kali ke kelurahan, tapi sampai saat ini belum ada jawaban dari pemerintah kota, atau provinsi,“ ujar Albert Mesak kepada moral-politik.com, di Kota Kupang, Senin (6/6/2016) siang.

Albert mengatakan, dari dahulu kala kami sudah siapkan lahan membangun tiang penerangan sesuai dengan usulan, tetapi pemerintah menganggap kita sebagai warga negara asing bukan warga Kota Kupang lagi.

“Persoalan yang kami ajukan ke pihak kelurahan tidak ada jawaban, apalagi saat ini tempat wisata ini dikelola oleh DPRK NTT, hal yang sama juga terjadi,“ tutur Albert kesal.

DPRK Provinsi NTT, sambung dia, lebih cenderung membangun lopo yang tidak ada untungnya bagi warga dari pada memperhatikan persoaan-persoalan yang terjadi akibat gelap seperti perampokan, jamret, pemerkosaan, dan selingkuhan di sini.

Pencarian Terkait:

  • kasus di lasiana
Baca Juga :  Daud Djira Jelaskan Mutasi yang Dilakukan Jonas Salean

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button