Home / News NTT / Menengok Sidang Kasus Bidan Dewi di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang

Menengok Sidang Kasus Bidan Dewi di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang

Bidan Dewi Sulita Bahren (Bidan Dewi). Foto: jpnn.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Terdakwa kasus kelalaian aborsi, Bidan Dewi Sulita Bahren alias Bidan Dewi belum di tahan oleh ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Kupang, Busa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, Bidan Dewi sudah menjalani masa penahanannya di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang karena mengalami sakit maag kronis.

Fakta tersebut mengundang reaksi bantahan dari Martinus Kono. Kepada moral-politik.com, Rabu (8/6/2016) di Kota Kupang, Kono menuturkan bahwa sesampainya Bidan Dewi di meja hijau PN Kupang, dirinya dinyatakan sehat, dan dalam menjalani persidangan terdakwa terlihat sehat-sehat saja.

Namun ironisnya, sambung dia, ketua majelis hakim yang menggelar kasus itu tidak pernah memerintah jaksa penuntut umum (JPU) untuk menahan terdakwa Bidan Dewi.

Padahal, sambung dia, terdakwa sudah di kenakan dengan pasal berlapis, tetapi majelis hakim tidak mengambil sikap tegas untuk perintah JPU untuk di tahan. Pertanyaannya, ada apa sehingga tidak di tahan, atau memang hukum di negeri ini berlaku untuk masyarakat kecil saja?

Terkait pasal yang diterapkan terhadap terdakwa, Martinus mengatakan, terdakwa sudah dijerat pasal berlapis, yakni pasal 194 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang kesehatan terkait perbuatan aborsi, juga UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak terkait pembunuhan janin, junto pasal 349 KUHP yang menyatakan bahwa jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.

Baca Juga :  Miske, Si Cantik yang Minta Jonas Salean Jangan Manjakan Masyarakat dengan Raskin

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button