Home / Sejarah / Menguak Tabir ‘Hijab’ Kristen dan Yahudi…

Menguak Tabir ‘Hijab’ Kristen dan Yahudi…

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Postingan ini khusus untuk teman-teman Muslim dan Muslimah di Indonesia yang hobi mengklaim bahwa tradisi hijab itu “eksklusif Islam.”

Karena “gagal paham” menganggap atau bahkan berkeyakinan bahwa hijab adalah “properti” umat Islam belaka, maka tidak jarang mereka sering “sensi”, ngamuk, dan “mayah-mayah” kalau melihat non-Muslim memakai jilbab seraya menuduh mereka telah melecehkan dan menghina Islam. Atau, jika tidak, mereka menganggap kaum non-Muslimah yang “ujug-ujug” (tiba-tiba) berjilbab “sudah mendapat hidayah“.

Sudah sering saya bilang bahwa, dalam konteks sejarah, tradisi hijab itu sudah ada jauuuhhhh sebelum Islam lahir di Mekah. Tradisi ber-hijab ini, misalnya, sudah dipraktekkan oleh masyarakat Assyria kuno ribuan tahun sebelum “bayi Islam” lahir di abad ke-6/7 M.

Di kemudian hari, umat Yahudi dan Kristen (yang sama-sama lahir di Timur Tengah) melanjutkan tradisi ini seperti disebutkan dalam berbagai kitab suci mereka.

Belakangan, “si bungsu” Islam juga ikut-ikutan “kakak-kakak” mereka. Dalam sejarahnya, peradaban Byzantium dan Persia-lah yang memperkenalkan tradisi hijab ini ke komunitas Arab.

Baca Juga :  Presiden Soeharto berbicara G30S PKI, Supersemar, dan Bung Karno

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button