Home / News NTT / Partai Demokrat Kurang Diminati Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

Partai Demokrat Kurang Diminati Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

Ilustrasi Viktor Lerik kala mendaftarkan diri di Partai Gerindra Kota Kupang belum lama ini. (Foto: Nyongky)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Penjaringan bakal calon (Balon) Wali Kota Kupang yang dilakukan oleh Partai Demokrat, ternyata kurang diminati oleh sejumlah Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Selama dua bulan membuka pendaftaran penjaringan balon Wali Kota Kupang dengan sistem pasangan (Balon Wali Kota dan wakilnya), cuma satu pasangan calon yang mendaftar yaitu pasangan calon Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man.

Ketua Panitia Panjaringan DPC Demokrat Kota Kupang, Herry Dahi Kadja membenarkan bahwa selama dua bulan pembukaan pendaftaran, hanya satu pasangan calon yang mendaftar. Bahkan niat awal hanya sebulan membuka penjaringan, kemudian diperpanjang selama sebulan lagi tapi tidak ada satupun peminat yang datang mendaftar.

“Mungkin banyak kandidat yang mendapat pemahaman yang salah bahwa Demokrat sudah pasti mendukung kadernya sendiri Jefri Riwu Kore, dalam pilwalkot Nantinya. Padahal Demokrat membuka ruang bagi semua kandidat, dan untuk penetapan pasangan calon yang bakal didukung tergantung beberapa mekanisme dalam partai, termasuk survey pasangan calon,” ujarnya.

Meskipun hanya satu pasangan calon yang mendaftar di Partai Demokrat, dia mengaku Partai Demokrat tidak serta merta langsung mendukung pasangan calon Jefri Riwu Kore dan Hermnus Man. Menurutnya, Partai Demokrat akan melakukan survey dengan melibatkan semua pasangan calon, seperti Jonas Salean bersama calon wakilnya seperti Kamilus G.Tokan, dan Nikolaus Fransiskus, Viktor Lerik bersama Herman Nai Ulu, Yovita Anike Mitak dan Melitua Ataupah, beserta beberapa nama kandidat seperti Hengki Benu, Lay Djaranyoera, Viktor Mesakh, dan Habde Dami.

Ketika disinggung apakah hasil survey yang akan menjadi tolak ukur bagi Demokrat untuk mendukung pasangan calon tertentu, Kadja mengaku, hasil survey memang menjadi bagian penting bagi demokrat untuk mendukung pasangan calon tertentu. Masih ada beberapa kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan pasangan calon yang bakal didukung Demokrat.

Baca Juga :  42 Desa di TTU Belum Miliki PAUD
Penulis: Nyongky

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button