Home / News NTT / Pesan Benny Litelnoni kala Menerima Utusan Aliansi Perjuangan Sopir ‘Pick Up’

Pesan Benny Litelnoni kala Menerima Utusan Aliansi Perjuangan Sopir ‘Pick Up’

Wakil Gubernur NTT Benny A. Litelnoni, menerima Aliansi Perjuangan Sopir 'Pick Up' Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, di Kantor Gubernur NTT Pertama, Kota Kupang, Rabu (13/4/2016). (Foto: dok. Biro Humas Setda NTT).

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Ratusan sopir jasa angkutan pick up yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Sopir Pick Up Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Rabu (13/4/2016), berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur NTT untuk mendesak Dinas Perhubungan Provinsi NTT segera me-revisi retribusi ijin trayek dan ijin operasional angkutan barang dan orang secara berkeadilan.

Para pengunjuk rasa diterima Wakil Gubernur NTT Benny A. Litelnoni didampingi Kadis Perhubungan NTT Richard Djami, Kadis Perhubungan Kota Kupang Erens Leka, Kepala UPT Perijinan-Dinas Perhubungan Provinsi NTT Goro JR, Kasat Pol PP NTT, Jhon Hawula serta Kabag Pelmas Biro Humas NTT Lidia Dunga Poety.

Sebagaimana siaran pers yang di kirim oleh Kepala Biro Humas Setda NTT, Semuel D. Pakereng, pertemuan Litelnoni bersama 15 orang utusan dari Aliansi Perjuangan Sopir Pick Up Kota dan Kabupaten Kupang yang di pimpin Koordinator Lapangan Anthonius J. Afeanpah, berlangsung selama dua jam di ruang kerja Litelnoni.

Pertemuan itu berhasil menampung aspirasi para sopir terkait tuntutan revisi ijin trayek dan operasi angkutan barang dan orang; desakan kepada Pemprov NTT untuk segera mengambil alih ijin trayek yang diterbitkan oleh Pemkab Kupang maupun Pemkot Kupang; melakukan evaluasi kerja kinerja dinas Pehubungan Kota dan Kabupaten Kupang berkaitan dengan penagihan retribusi angkutan; penghentian tindakan intimidasi yang dilakukan oknum pegawai perhubungan (LLAJ) secara tidak manusiawi dalam menjalankan tugas serta desakan untuk upah sopir dibayar sesuai dengan Upah Minimum Provinsi.

Selain aspirasi tersebut, para pengunjuk rasa mendesak Pemkot Kupang untuk menyiapkan lahan parkir bagi kendaraan pick up yang melakukan bongkar muat barang di wilayah Kota Kupang. Mereka juga meminta pihak Pemprov NTT untuk menjelaskan mengapa Surat Iin Trayek yang diperoleh dari Dishub Kabupaten Kupang tidak berlaku alias dikatakan palsu oleh Dishub Kota Kupang. Atas dasar ini para pengunjuk rasa meminta klarifikasi pihak Pemprov NTT melalui Wagub NTT Benny Litelnoni.

Baca Juga :  Marianus Minggo : FirmanMu & Sahabat turunkan APK !

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button