Home / News NTT / Akhirnya Koster Tamariska mengaku Tak Ditinju Anggota Satpol PP Kota Kupang

Akhirnya Koster Tamariska mengaku Tak Ditinju Anggota Satpol PP Kota Kupang

Kasatpol PP Kota Kupang, Thomas Dagang. (Foto: thenypanie.wordpress.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Deny Kristmas Pilis alias Mess, Koster Gereja GMIT Tamariska Maulafa, Kota Kupang, akhirnya membantah pernyataan Kasatpol PP Kota Kupang Thomas Dagang bahwa dirinya dipukuli oleh Anggota Satpol PP Kota Kupang, Lasarus Lusi pada tanggal 19 Juni lalu, ketika dirinya menurunkan spanduk ucapan selamat Paskah, dari salah satu Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore-Hermanus Man (Firmanmu) di halaman dekat lokasi Gereja Tamariska.

Kepada wartawan di Gereja Tamriska, Mess mengaku, kejadian pada 19 Juni lalu, bermula ketika dirinya bersama dua jemaat Tamariska lainnya, menurunkan spanduk selamat paskah dari pasangan calon Wali Kota, Jefri Riwu Kore-Hermanus Man karena akan diganti dengan spanduk ucapan selamat bagi pendeta baru yang akan melayani di Gereja GMIT Tamariska. Namun usai menurunkan spanduk tersebut, dirinya sempat dimarahi oleh Lasarus Lusi, karena spanduk tersebut bukan di pasang pada halaman gereja, tetapi di pasang pada halaman rumah milik dari Menahim Sina.

Diakuinya, setelah menurunkan Baliho, wajahnya sempat ditunjuk oleh Lasarus Lusi, namun tidak sampai pada pemukulan ataupun penganiayaan, sehingga dirinya merasa perlu mengklarifikasi pemberitaan oleh media ini beberapa wakti yang lalu.

“Pak Lasarus tidak memukul saya. Beliau hanya menunjuk muka saya pada saat itu. Penganiayaan sama sekali tidak ada,” ujarnya

Pada kesempatan itu, Mess juga mengaku bahwa persoalan antara dirinya dan Lasarus Lusi, sudah selesai pada saat itu juga dan dirinya tidak pernah berniat untuk melaporkan masalah ini kepada pihak manapun.

Baca Juga :  DPRD : Rumah Aspirasi serahkan Lampiran Nama Penerima Dana PIP !

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button