Home / Populer / Andre Koreh Menjawab Keluhan Masyarakat soal Masalah Air di NTT…

Andre Koreh Menjawab Keluhan Masyarakat soal Masalah Air di NTT…

Kepala Dinas PU NTT Andre W. Koreh ketika berdialog dengan warga Raknamo, Kabupaten Kupang, Kamis (21/7/2016). Foto: Semar Dju

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Terkuak bahwa terdapat 96 Hektare (HA) lahan warga belum diairi air bersih kendati telah turun tim survei ke lokasi proyek Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melakukan survei terhadap tempat-tempat air bersih. Tetapi, setelah Bendungan Raknamo mulai dibangun masyarakat menaruh harapan sangat besar agar kerinduan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup dan usaha pertanian, dan peternakannya, terutama bagi 96 HA bisa tercukupi dengan sebaik-baiknya.

Hal tersebut dikemukakan Marthen Dira, warga Desa Raknamo, yang ikut berdialog di  Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang bersama Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT, Andre W. Koreh dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Frangki Welkis, di lokasi Bendungan Raknamo, Kamis (21/7/2016) Pukul. 15.00-17.00 WITA.

????????????????????????????????????

Ia juga mengesalkan perihal ketercukupan air untuk kawasan pertanian, peternakan, dan pemukiman warga setempat. “Mudah-mudahan dengan dibangunnya Bendungan Raknamo bisa terjawab masalah kelangkaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, kebutuhan untuk usaha-usaha di bidang pertanian dan peternakan. Kami berharap Pak Kadis PU NTT dapat memberikan solusi terbaiknya bagi kami,” ungkap dia terdengar sangat parau.

Andre W. Koreh

Terhadap keluhan Marthen Dira, Andre W. Koreh menuturkan, sesuai dengan cerita Pak Marthen, pihaknya belum bisa menjawab permintaan karena belum melihat secara langsung lokasi yang dikatakan tersebut. Namun ia menyatakan ada 1.250 hektare irigasi yang Dinas PU NTT akan upayakan memasang pompa air.

“Warga bisa memanfaatkan air bendungan untuk mengairi 1.250 hektare lahannya. Seandainya lahan warga yang belum dimungkinkan dengan pompa air, pasti kita akan pertimbangkan usulan ketercukupan air di lahan sebesar 96 hektare yang dimaksudkan tadi, berupa bantuan pompa air untuk menjawab permintaan masyarakat Raknamo tadi,“ tegas Ketua Harian KONI NTT ini.

Baca Juga :  Mengejutkan, Kata Guruh Belum Saatnya Jokowi Nyapres

????????????????????????????????????

Di bibir bincang-bincang dengan RRI Kupang, Mahasiswa Program Doktoral Undana Kupang ini mengharapkan kepada masyarakat Raknamo untuk memercayai pemerintah. “Pemerintah akan berupaya mengoptimalkan rencana 250 hektare dan 100 liter air per detik terairi. Begitu juga dengan persoalan-persoalan seperti wilayah yang belum terlayani, pemerintah akan berupaya mencari solusi supaya tidak ada pihak yang kecewa atau merasa dirugikan,“ pungkas dia.

Penulis : Semar Dju
Editor   : Erny

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button