Home / Populer / Catatan dari Kongres III UNTAS 2016

Catatan dari Kongres III UNTAS 2016

Gubernur NTT Frans Lebu Raya memukul gong tanda dibukanya Kongres III UNTAS 2016. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Penyelenggaraan Kongres III organisasi Uni Timor Asw’ain (UNTAS) sebagai perwakilan dari sekitar 14.000 jiwa warga eks Timor Timur yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia, menjadi ajang pertarungan para tokoh politik Pro Integrasi.

Kongres III 2016 ini mendapat apresiasi cukup positif dari pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Terbukti dari hadirnya Gubernur NTT Frans Lebu Raya (FLR) pada acara pembukaan, didampingi beberapa pejabat pemerintahan, TNI dan Polri.

Gubernur FLR sendiri diberikan penghormatan untuk membuka secara resmi acara Kongres yang ditandai dengan pemukulan gong, di hadapan ribuan warga eks Timor Timur, di Kota Kupang, Jumat (15/7/2016) pukul 19.00 WITA.

Pantauan moral-politik.com, tak seperti kongres-kongres sebelumnya, Kongres III yang digelar di Aula Hotel Ima, Jalan Timor Raya, Kota Kupang ini, walau ribuan kursi yang disusun memenuhi ruangan akan tetapi tak ada satupun kursi yang kosong.

Tampak hadir juga sejumlah tokoh senior pro integrasi, generasi 1975 hingga generasi 1999 turut mengambil bagian dalam arena tersebut.

Mengawali sambutannya, Ketua Umum UNTAS Eurico Guterres memberikan penegasan perihal eksistensi organisasi UNTAS saat ini.

Ia menyebut UNTAS memerlukan sebuah perubahan, sebagai konsekuensi dari tuntutan zaman dan kemajuan IPTEK, serta semangat juang warga eks Timor Timur yang memilih menetap di wilayah Indonesia, baik itu yang masih tinggal di lokasi pengungsian maupun kota-kota besar, menjadi ancaman demi kelangsungan roda organisasi UNTAS kedepan.

Baca Juga :  75 Pengacara siap dampingi Abraham Samad

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button