Home / Populer / Di NTT Fachmi Idris Gelar Pencanangan Gerakan Promotif Preventif & Papsmear

Di NTT Fachmi Idris Gelar Pencanangan Gerakan Promotif Preventif & Papsmear

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris. Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka. (pribuminews.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Dalam rangka mengoptimalkan fungsi promotif dan preventif, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Aksi Solidaritas (Oase) Kementerian Kesehatan, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menggelar kegiatan pencanangan gerakan promotif preventif dengan pemeriksaan Inspeksi visual Asam Asetat (IVA) dan Papsmear.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan ini disela-sela kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang berlangsung di Kota Kupang, Sabtu (30/7/2016).

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan jumlah titik yang tersebar sebanyak 1.558 titik.

Total target peserta dari pelayanan tersebut sebanyak 37.275 orang yang terbagi atas 27 ribu orang peserta pemeriksaan IVA, dan 10.275 orang peserta pemeriksaan Papsmear.

Menurut Fachmi Idris, salah satu tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelayanan ini adalah, untuk mengetahui atau mendeteksi jumlah penderita kanker leher rahim, kanker mulut rahim yang tersebar di masyarakat. Hal itu dikarenakan, jenis kanker tersebut sering sekali diderita oleh para wanita, dan telah menjadi penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker lainnya yang sering menyerang wanita.

Fachmi Idris mengatakan, sesuai data yang terhimpun oleh BPJS Kesehatan, saat ini jumlah kasus kanker serviks di Indonesia hingga bulan Januari 2016 terhitung sudah mencapai 54.387 kasus. Dari total tersebut, 45 Ribu 6 kasus diantaranya menjalani pelayanan rawat jalan, dengan total biaya sebesar Rp. 33, 4 Miliar. Sedangkan yang menjalani pelayanan rawat inap mencapai 9.381 kasus, dengan total biaya mencapai Rp.51,3 Miliar.

Menurut Fachmi Idris, deteksi dini kanker serviks telah masuk dalam skema pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN) KIS. Sehingga siapa saja yang ingin melakukan deteksi dini kanker serviks, tidak perlu lagi mengeluarkan uang karena semuanya akan ditanggung oleh negara.

Baca Juga :  Sri Mulyono ajak SBY lanjutkan kebudayaan para intelektual

Pencarian Terkait:

  • idris fachmi

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button