MORAL-POLITIK.COM: Isu perombakan kabinet (reshuffle) kembali muncul setelah sekian bulan timbul tenggelam. Sebagai partai pengusung, PDIP menilai dalam reshuffle kali ini Presiden Joko Widodo akan begitu berhati-hati.

Reshuffle bukan untuk PDIP tapi prerogratif presiden. Kewenangan penuh dari presiden, tapi tentu presiden akan berhati-hati dalam reshuffle. Tantangan global tak mudah, tak akan ambil resiko politik,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam Pelepasan Pelatihan Manajer Ekonomi Kerakyatan di Kantor PDIP Lenteng Agung, Rabu (20/7/2016).

Hasto menambahkan, Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle atas pertimbangkan objektif. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, mempercepat konsolidasi dan juga mempercepat program kerakyatan.

“Sehingga ketika reshuffle dilakukan presiden betul-betul untuk tingkatkan efektifitas pemerintahan,” katanya.

PDIP sebagai partai pendukung pemerintah yakni mendukung penuh seluruh program melalui suara di parlemen.

“Peran kami dukung dengan efektif di parlemen sebagai partai dalam pemerintahan,” pungkasnya. (wal)

Penulis  : Marieska Harya Virdhani
Editor    : Erny
Sumber : Okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 6 = 4