MORAL-POLITIK.COM: Sunny Tanuwidjaja mengaku menjadi staf Basuki Tjahaja Purnama yang tak digaji. Sementara, staf lainnya yang digaji menerima honor setiap bulan antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta.

“Saya menjadi staf Pak Basuki sejak 2012 saat menjadi Wakil Gubernur. Saya juga tidak digaji,” kata Sunny saat menjawab pertanyaan hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016).

Sunny menyatakan tidak dilantik menjadi staf Basuki. Begitu juga dengan staf lainnya. Sebab, berdasarkan aturan, Gubernur DKI Jakarta memang tidak boleh melantik staf ahli.

Basuki yang duduk di samping Sunny membenarkan hal tersebut. Menurut Ahok, sapaan Basuki, dia dekat dengan Sunny sejak 2010. Saat itu, Sunny mengundangnya ke Illinois University untuk jadi pembicara.

Sejak saat itu, mereka kerap bertukar pikiran. Apalagi, pada 2012, Sunny bekerja di CSIS bidang politik.

“Sunny saat itu kerja di CSIS bidang politik. Suka mengkaji buku, kami banyak bicara. Jadi teman ngobrol. istilahnya jadi orang bertukar pikiran, perlu analisa, ada berita, memberikan pandangan-pandangan politik,” kata Ahok.

Menurut Ahok, salah satu bentuk nyata kerja Sunny adalah membantu riset turun ke masyarakat dan memberikan masukan.

Hingga pukul 16.50, sidang dengan kesaksian Ahok dan Sunny masih berlangsung.

Penulis  : Alsadad Rudi
Editor    : Ana Shofiana Syatiri, Erny
Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

90 − 89 =