MORAL-POLITIK.COM : Politik nasional Indonesia dibangun atas oligarki kekuasaan dengan pemilik modal. Untuk membangun perkotaan, biasanya pemerintah daerah membangun relasi yang kuat dengan para developer atau pengembang. Hal itu terjadi di kota-kota besar di Indonesia, seperti Makassar, Surabaya, Medan dan Jakarta.

Begitu dikatakan pengamat tata kota Marco Kusumawijaya di Jakarta, Minggu (28/8/2016).

Menurutnya, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama merupakan dwi-tunggal yang berhasil memenangkan persaingan politik tahun 2012 lalu. Sehingga kedekatan antara Jokowi dan Ahok sangat erat, karena memiliki back up yang sama.

“Hubungan Ahok-Jokowi itu adalah olligarki bisnis politik yang merupakan sumber pendanaan dalam industri politik,” tegas Marco.

Dia menjelaskan, berdasarkan analisis perkotaan, politik di kota-kota besar memang sangat tergantung dari bisnis properti. Hal itu berlaku tidak hanya di Jakarta, tapi juga kota-kota besar lainnya. Antara Jokowi dan Ahok memiliki relasi yang sama dengan pengembang. Apalagi Ahok sempat berujar bahwa Jokowi tidak akan menjadi Presiden tanpa bantuan pengembang.

Pengamat sosial politik Ubedillah Badrun mengatakan, kedekatan antara Jokowi dan Ahok terbentuk karena politik Indonesia sudah menjadi industri, dimana pemilik modal menentukan segalanya. Pemilik modal bahkan dengan kapitalnya bisa mengendalikan pemilih dengan cara mempengaruhi rasionalitas pemilih.

Jokowi selama ini hanya diam saja, melihat perilaku politik Ahok yang padahal merugikan dirinya sebagai Presiden. Hubungan kedekatan antara Jokowi dan Ahok ini menyebabkan publik berpersepsi bahwa Jokowi sebagai Presiden tak berbeda dengan Ahok yang Gubernur DKI.

“Jokowi-Ahok punya pemodal yang sama. Ahok punya rahasia tentang Jokowi. Mereka berdua ini saling menyandera,” demikian Ubedillah.

Sebelumnya Ahok disebut-sebut dekat dengan salah satu pengembang besar di ibu kota yakni Agung Podomoro Land. Bahkan Ahok sempat mengungkap dalam salah satu video rapat yang beredar di media sosial terkait kedekatan Presiden Jokowi dengan pengembang. [sam]

Penulis : Restu
Editor    : Erny
Sumber : Pojoksatu.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

26 + = 28