Fary Djemi Francis (kanan) ketika melayat sejawatnya Mech Saba, Kota Kupang, Kota Kupang, Selasa (9/8/2016) malam. (foto: ist)

MORAL-POLITIK.COM – Acapkali Anggota DPR RI melupakan daerah pemilihan (Dapil) asalnya jikalu telah terpilih menjadi Anggota DPR RI.

Lebih parah lagi kalau Anggota DPR RI lebih mementingkan kepentingannya ketimbang mengurus rakyat dari daerah asalnya.

Persoalan sudah seringkali terjadi dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada Anggota DPR RI yang mereka pilih. Namun khusus masyarakat di NTT, terutama Dapil II yang mencakup wilayah Sumba, Timor, Rote, dan Sabu Raijua tidak akan meragukan kepercayaan mereka kepada Anggota DPR RI, Fary Djemi Francis.

Sosok anggota DPR RI berasal dari Partai Gerindra besutan Ketua Umumnya Prabowo Subianto ini, sudah sangat melekat di hati masyarakat NTT, karena perjuangannya untuk NTT selama menjabat sebagai Anggota DPR RI, lebih-lebih kini dipercayai sebagai Ketua Komisi V DPR RI.

“Farry adalah sosok yang punya kepedulian terhadap rakyat. Beliau selalu ada di desa-desa untuk menjaring aspirasi. Pertama kali saya mengenal beliau ketika tengah menjalani masa reses di Kecamatan Miomafo Barat, dan Utara di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),” kata Pater Piet Saluh, SVD ketika tampil sebagai salah satu pembedah buku pada acara bedah buku Duc In Altum, yang merupakan kisah reses Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis bersama konstituen yang dilaksanakan di Resto Nekamese, Rabu (10/8/2016) yang lalu.

Hadir dalam kegiatan bedah buku tersebut Ketua DPD Gerindra NTT, Esthon L. Foenay, Bupati Belu Willy Lay, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Yoseph Lede, Ketua DPD Gerindra Lampung, Balon Wali Kota Kupang Jonas Salean, Yovita Anike Mitak, Sekot Kupang Bernadus Benu, beserta sejumlah undangan lainnya. Sedangkan untuk pembedah Buku, selain Pater Piet Saluh, ada juga dua pembedah lain, yaitu Professor Zeth Malelak, dan Pius Rengka.

Menurut Saluh, setiap kali reses, Fary Francis selalu meluangkan waktu untuk menjelajahi seluruh kawasan, tidak hanya didapilnya untuk mencari tahu berbagai persoalan di tengah masyarakat, untuk diangkat pada sidang DPR. Hal itu menunjukan bahwa baru Fary Francis merupakan Anggota DPR RI yang punya kepedulian terhadap masyarakat NTT.

“Dengan sikapnya iiu, Farry Franncis menunjukan sikap layaknya seorang politisi yang selalu berjuang untuk rakyat. Beliau selalu membagikan dirinya untuk rakyat. Apa yang tertulis dalam buku ini merupakan bagian dari perjuangannya untuk rakyat NTT. Sebagai tokoh agama dan masyarakat, saya sangat menghargai upaya beliau demi NTT,” kata dia.

Sementara itu Farry Francis ketika didaulat untuk membawa sepatah dua kata soal buku Duc In Altum miliknya mengatakan, judul dari buku ini sengaja diambil dari kitab suci atau alkitab, untuk memaknai lebih lanjut tentang arti dari kalimat tersebut lebih jauh. Duc In Altum artinya “Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam”.

Fary yang dibesarkan di Provinsi Timor Timur ini di bukunya itu mengurai tentang perjuangan dirinya dalam mencari tau berbagai persoalan yang mendalam hingga ke pelosok-pelosok desa selama masa reses. Tujuannya sederhana saja, agar masyarakat kita yang selama ini belum pernah terjamah berbagai bantuan pemerintah, bisa mereka peroleh dengan baik.

“Reses adalah kerja. Datang mencari, bertemu, berdiskusi, terjun ke lapangan, menggumuli persoalan, lalu mencari jalan keluar bersama sahabat-sahabat di kampung. Reses adalah kerja hati, kerja pikiran dan kerja tangan,” tambahnya.

Sebagaimana Duc In Altum, pungkas dia, sebuah instruksi untuk bekerja, bertolak ke tengah realiatas baru yang dalam untuk menebarkan jala. Reses adalah kesempatan menebarkan jala untuk mendulang aspirasi, dan semuanya terangkum dalam buku ini.

Penulis : Nyongky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 87 = 90