MORAL-POLITIK.COM : Ada banyak tanggapan soal jilbab yang dikenakan oleh wanita. Artikel ini mengupas tentang sejarah dan komentar Netizen seputar jilbab dan simbol-simbol keagamaan. Sayang jika diabaikan. Silahkan tuliskan komentar Anda dengan cerdas.

1. Kemarin saya melihat postingan seorang muslimah di Facebook (FB) yang mengupload foto seorang wanita berjilbab mengenakan kalung salib. Setelah dia tanya ternyata wanita tersebut seorang Nasrani. Lalu si muslimah pengupload tersebut menyebutnya sebagai “penistaan terhadap islam.”

2. Dulu juga ramai bersliweran di media sosial postingan beberapa wanita dan anak-anak Nasrani Orthodoks yang sedang beribadah mengenakan jilbab/kerudung, lalu mereka tulis “Berhati-hatilah telah muncul agama baru yang meniru-niru islam”

3. Bahkan yang terbaru kemarin, hanya karena Agnesmo memakai kostum panggung seksi dengan tulisan arab المتّحدة lalu sebagian muslim heboh menyebutnya sebagai penistaan terhadap islam, padahal tulisan tersebut hanya bermakna persatuan.

Sebegitu ‘mengerikan’-nya kah potret kejumudan umat islam di negeri ini?

Saya sebagai muslim justru merasa sangat aneh jika melihat simbol-simbol seperti jilbab dan huruf arab diidentikkan hanya dengan agama islam saja.

Pada zaman jahiliyah sebelum Rasulullah lahir, bahasa arab itu merupakan bahasa sehari-hari bangsa jahiliyah tersebut. Bahkan mereka menjadikan syair-syair arab sebagai ukuran intelektualitas.

Kaum Kristiani di Mesir, Suriah, Palestina dan Iraq setiap hari menyanyikan lagu rohani mereka memuji Yesus dan Bunda Maria pun dengan berbahasa arab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 89 = 98