MORAL-POLITIK.COM : Pembangunan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik Kota Kupang sedikit terhambat karena masalah dana. Pasalnya dana pengembangan Rumah Sakit tersebut bersumber dari APBN dengan besaran Rp. 28,5 miliar dengan jangka waktu penggunaan pada satu tahun anggaran saja, padahal dana tersebut baru diluncurkan pada triwulan III tahun 2015, sehingga tidak bisa dioptimalkan semaksimalkan mungkin untuk pembangunan RSUD S.K. Lerik.

“Realisasi fisik saat ini memang sudah lebih dari 40 persen, namun pembangunan dilakukan oleh kontraktor, dalam hal ini PT. RIS Putra Delta, menggunakan uangnya sendiri, sambil menunggu dana tersebut diluncurkan kembali pada tahun ini. Dana pembangunan tersebut telah kami kembalikan ke pihak Kementerian Kesehatan, karena kami tidak mau mengambil resiko, karena berdampak hukum,” kata Direktris RSUD S.K. Lerik, Marsiana Halek kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Kota Kupang, Rabu (31/8/2016).

Ia mengatakan, pengembangan RSUD S.K. Lerik memang tidak berjalan sesuai harapan, karena pembangunan gedung baru dengan konstruksi tiga lantai itu, dijadwalkan sesuai kalender kerja hanya 85 hari, sehingga sampai akhir tahun anggaran 2015 realisasi fisik hanya 20 persen.

Dana tersebut, tambahnya, dikembalikan ke Kementerian, dan kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut terus melanjutkan pembangunan fisik rumah sakit menggunakan uangnya sendiri, sambil menunggu peluncuran kembali dana tersebut pada tahun ini.

“Kami berharap dana tersebut diluncurkan kembali, sehingga pembangunan gedung rumah sakit yang baru dengan konstruksi tiga lantai dapat berjalan lagi,” pungkas dia.

Penulis : Nyongky

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

31 + = 35