MORAL-POLITIK.COM : Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalda Taek, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, dalam hal ini pihak RSUD S.K. Lerik untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kesehatan agar dana yang dikembalikan bisa diluncurkan kembali. Pasalnya, lanjutan pembangunan gedung rumah sakit saat ini menggunakan uang pribadi dari rekanan sehingga pemerintah perlu berupaya, karena pihak rekanan sudah berusaha melaksanakan pekerjaannya.

Disinggung soal kesanggupan awal kontraktor yang mau mengerjakan proyek tersebut hanya 85 hari, dan berani menandatangani kontrak kerja, Taek mengaku heran dengan kesanggupan dari PT. RIS Putra Delta, yang mengerjakan bangunan rumah sakit yang cukup luas dengan konstruksi tiga lantai, namun karena PT. RIS Delta Putra sudah punya niat baik terus melanjutkan pembangunan dengan menggunakan uang mereka, maka pemerintah juga perlu berupaya agar dana tersebut bisa diluncurkan kembali, sehingga hak mereka bisa dibayarkan sesuai progress (kemajuan) pekerjaaan saat ini.

“Kalau saya tidak salah, progress pekerjaan saat ini sudah 40 persen, dan kalau dana diluncurkan kembali, mereka dibayarkan sesuai progress kerja mereka,” kata dia.

Sebelumnya media ini mewartakan, pembangunan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik Kota Kupang sedikit terhambat karena masalah dana. Pasalnya dana pengembangan Rumah Sakit tersebut bersumber dari APBN dengan besaran Rp. 28,5 miliar dengan jangka waktu penggunaan pada satu tahun anggaran saja, padahal dana tersebut baru diluncurkan pada triwulan III tahun 2015, sehingga tidak bisa dioptimalkan semaksimalkan mungkin untuk pembangunan RSUD S.K. Lerik.

“Realisasi fisik saat ini memang sudah lebih dari 40 persen, namun pembangunan dilakukan oleh kontraktor, dalam hal ini PT. RIS Putra Delta, menggunakan uangnya sendiri, sambil menunggu dana tersebut diluncurkan kembali pada tahun ini. Dana pembangunan tersebut telah kami kembalikan ke pihak Kementerian Kesehatan, karena kami tidak mau mengambil resiko, karena berdampak hukum,” kata Direktris RSU. S.K. Lerik, Marsiana Halek kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Kota Kupang, Rabu (31/8/2016).

Ia mengatakan, pengembangan RSUD S.K. Lerik memang tidak berjalan sesuai harapan, karena pembangunan gedung baru dengan konstruksi tiga lantai itu, dijadwalkan sesuai kalender kerja hanya 85 hari, sehingga sampai akhir tahun anggaran 2015 realisasi fisik hanya 20 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 3 =