MORAL-POLITIK.COM : Merasa tidak pernah menyerahkan dukungan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang ingin maju lewat jalur independen, warga Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Melaporkan paket Adil (Habde Dami-Ferdy Lehot) ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kupang.

“Kami tidak bisa menyebutkan nama pelapor karena masih dalam penyelidikan, tapi warga yang datang melapor adalah warga RT 06/RW 02 Kelurahan Nunbaun Sabu,” kata Anggota Panwaslu Kota Kupang Divisi Pencegahan, Ismail Manoe kepada moral-politik.com,  di ruang kerjanya, Senin (29/8/2016).

Menurutnya, inti dari laporan tersebut, yang bersangkutan tidak menerima baik, karena berdasarkan hasil verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang, nama tercantum sebagai pemberi dukungan berupa KTP, disertai tandatangan resmi kepada paket Adil, padahal yang bersangkutan merasa tidak pernah memberikan dukungan kepada paket manapun yang ingin maju melalui jalur independen.

“Intinya setelah setelah pemyelenggara lakukan verifikasi faktual dan namanya di KTP ada dalam daftar dukungan, yang bersangkutan keberatan karena tidak pernah menyerahkan KTP. Yang bersangkutan juga sudah mengisi formulir keberatan yang disiapkan oleh Panwaslu,” ujarnya.

Terhadap laporan warga tersebut, lanjut dia, pihak Panwaslu Kota Kupang akan melakukan kajian soal laporan tersebut. Jika dalam penyelidikan, laporan itu masuk dalam pelanggaran administrasi, maka akan diserahkan ke Pihak KPU Kota Kupang. Sedangkan kalau berdasarkan kajian laporan tersebut masuk dalam ranah pidana maka akan diteruskan kepada pihak yang berwajib (Polisi)

“Namun Apakah laporan ini melanggar aturan pemilu atau tidak, Butuh kajian yang mendalam,” pungkas dia.

 

Penulis : Nyongky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 62 = 67