Home / Sejarah / Kisah dramatisnya terpidana mati lolos eksekusi di menit akhir

Kisah dramatisnya terpidana mati lolos eksekusi di menit akhir

Eksekusi mati di Lapas Nusakambangan. ©REUTERS/Darren Whiteside

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Empat terpidana sudah dieksekusi mati dinihari kemarin. Dalam gelombang eksekusi jilid III ini ada 14 nama, namun 10 orang ditangguhkan eksekusinya oleh Kejaksaan Agung.

“Sementara 10 lainnya akan ditentukan kemudian,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (29/7).

Mereka yang sudah dieksekusi adalah Humprey Ejike (40), Freddy Budiman (37) Michael Titus (34) dan Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (34). Sedangkan yang menunggu giliran yakni, Gurdip Singh, Agus Hadi, Ozias Sibanda, Obinna Nwajagu, Zulfiqar Ali, Meri Utami, Eugene Ape, Pujo Lestari, Frederik Luttar dan Eugene Ape.

Prasetyo mengatakan, ditangguhkannya eksekusi bagi 10 terpidana mati itu melalui beberapa aspek. Salah satu mengenai aspek di lapangan sebelum eksekusi mati dilakukan.

Menurutnya, Jaksa Muda Pidana Umum sebagai tim eksekutor di lapangan bersama kepolisian dan Kemenlu melakukan pengkajian sehingga dilakukan penundaan. Mengenai jadwal eksekusi 10 orang itu, Prasetyo, belum dapat memastikan.

Menurut Prasetyo, belajar dari eksekusi mati jilid II lalu di mana terpidana Marry Jane yang batal dieksekusi, maka proses kali ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Dia menegaskan kajian yang komprehensif dilakukan dengan mempertimbangkan aspek yuridis dan non yuridis, agar tidak ada yang terlanggar

“Anda ingat Marry Jane, detik terakhir ada permintaan untuk ditangguhkan eksekusi, karena kesaksian beliau diperlukan dalam perkara trafficking di mana beliau korban,” ungkapnya.

Dalam kasus Mary Jane Veloso karena ditemukan adanya bukti baru sehingga ditunda eksekusinya. Fakta itu terungkap saat seorang wanita bernama Maria Cristina Sergio menyerahkan diri ke kepolisian Nuefa Ecija, Filipina. Dia merupakan penyalur Mary Jane Veloso.

Baca Juga :  13 Desember 2016, 'Ground Breaking' Jembatan Pancasila Palmerah di Flotim

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button