MORAL-POLITIK.COM : Petugas yang berjaga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak, diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli), bagi masyarakat Kota Kupang yang ingin membuang dan memusnahkan sampah di lokasi tersebut, dengan dalih biaya administrasi untuk sewa lahan di luar biaya makan minum pekerja, petugas TPA meminta uang tunai sebesar Rp. 1 juta kepada warga Kota Kupang yang ingin membakar sampah-sampah kertas di lokasi milik pemerintah tersebut.

Demikian dikatakan, Iwan Balla salah satu warga Kota Kupang, kepada moral-politik.com, di kediamannya, Sabtu (27/08). “Pungutan yang diminta petugas TPA, terjadi kemarin, Jumat (26/8/2016) di lokasi TPA,” tambahnya.

Iwan mengaku, kejadian bermula ketika dirinya bersama seorang rekannya yang bekerja pada salah satu perusahan swasta di Kota Kupang, hendak memusnakan berkas-berkas kantor sebanyak satu gardus besar dan empat gardus bekas minuman air mineral kecil di TPA Alak.

Ketika sampai di kantor TPA Alak, dirinya bersama rekan kantor segera melapor kepada pengurus TPA, kemudian diarahkan bertemu dengan sekretaris TPA Alak yang saat itu tidak mau menyebutkan namanya. Setelah bertemu Sekertaris TPA, dirinya dan rekannya langsung melapor dan minta ijin menggunakan lahan sebagai tempat untuk membakar berkas kantor itu. Namun sesuai penjelasan sekretaris TPA bahwa ada aturan main di tempat itu antara lain mengisi formulir dan membayar biaya administrasi.

“Di sini kita ada aturan, harusnya kalau ingin menggunakan lahan di sini harus sampaikan sebelumnya, harus lapor ke Dinas dan isi formulir, tapi karena adik mereka sudah datang tidak apa-apa,” kata Sekretaris TPA.

Mendengar penjelasan itu, dirinya mengaku bahwa berkas yang dibawa ini tidak banyak hanya lima dos tidak sampai berton-ton, karena sudah dibawa dari kantor hanya menggunakan mobil jenis Avansa. Sampahnya juga hanya ditarauh dalam bagasi mobil tersebut.

Mendengar penjelasan dirinya, sang sekretaris awalnya masih enggan menyebut biaya administrasi. Namun akhirnya sekretaris TPA berdalih untuk menelepon langsung Kepala Dinas (Kadis) terkait harga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 60 = 66