MORAL-POLITIK.COM : Terdapat masalah besar di dalam APBN 2016 yang diketahui akan menjadi ancaman gagal fiskal kalau masalah itu tak segera dicari solusinya.

Hal ini diucapkan oleh Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam salah satu acara di Cikeas, Jabar.

“Cegah defisit yang melebihi batasannya agar secara makro ekonomi kita tidak divonis sebagai tidak sehat, apalagi sakit,” jelasnya.

SBY juga menambahkan kalau jalan pintas dengan menambah utang baru tidaklah jadi solusi yang tepat untuk bisa menutup defisit.

Namun, terlepas dari semua itu ternyata menurut data yang berhasil hatree.me dapatkan ada perbedaan yang cukup mencolok soal pengelolaan utang antara SBY dan Presiden Joko Widodo.

Maaf untuk akhi/ukhti yg hoby nyinyirin jokowi soal hutang, ini bukan hutang loh,ini namanya investasi, ini saya jelaskan supaya kalian ngak gagal faham,kalian kan sering bilang sekarang ekonomi lg sulit tp anehnya malah banyak Investor yg masih mau Investasi di Indonesia. Sekedar info Perusahaan korsel ini akan membuka pabrik sepatu senilai 2T di Jepara, pabrik sepatu termasuk salah satu investasi padat karya yg bisa menyerap hampir 15.000 tenaga kerja. Jd kalau ada yg bilang era Jokowi banyak pengangguran,monggo di hitung sendiri berapa banyak tenaga kerja yg akan terserap kalau benar kata BKPM akan ada ribuan investor yg ngantri mau buka pabrik.

Diera Jokowi pabrik2 baru banyak didirikan diluar Jakarta dan Jabar padahal selama ini dua daerah tersebut selalu menjadi basis investor untuk mendirikan pabriknya, ini menandakan sudah mulai terjadi pemerataan pembangunan infrastruktur seperti jalan,listrik,pelabuhan atau ketersediaan lahan, dengan berdirinya central2 industri didaerah lain maka akan terjadi pemerataan pembangunan,semua pihak akan diuntungkan seperti berkurangnya jumlah penganguran,pemerintah mendapat setoran pajak, roda ekonomi daerah berputar karena perusahaan lokal terlibat dlm penyediaan bahan baku dll.

Ini hanyalah contoh kecil dari hasil upaya pak jokowi membuat berbagai macam trobosan, beliau ingin melihat iklim investasi di indonesia tumbuh pesat mengalahkan negara lainnya, penghapusan ribuan perda bermasalah,kemudahan pengurusan izin usaha,dweling time yg semakin membaik ataupun paket2 kebijakan ekonomi adalah contoh trobosan yg membuat investor tertarik berinvestasi di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 2