MORAL-POLITIK.COM : Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikategorikan sebagai kemiskinan struktural. Manakala kita berpikir miskin maka semuanya akan miskin, dan kita akan benar-benar miskin.

Itu bukan berarti kita ingin membodohi bahwa NTT tak miskin, tapi mesti dipandang sebagai sebuah motivasi untuk keluar dari suatu persoalan besar. Kita butuh semangat, jangan dimatikan semangat untuk segera entaskan kemiskinan demi peningkatan kesejahteraan lahir dan bathin masyarakat NTT.

Demikian intisari pendapat Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT, Andre W. Koreh ketika berbincang-bincang dengan moral-politik.com, di ruang kerjanya, Kota Kupang, Jumat (26/8/2016) petang.

Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT ini juga menyempatkan diri untuk mengentaskan kembali kesalnya soal perolehan Dana Alokasi Khusus (DAK) di dinas yang dipimpinnya itu.

“Kenapa kita dapat DAK hanya 0 (nol)? Apakah karena tidak layak? Apakah karena kita tidak butuh? Tidak! Kita sangat butuh DAK,” katanya retorik.

Apakah lantaran kami, tambahnya, ingin membangun Jembatan Pancasila Palmerah lalu tidak dapat DAK? Itu tak ada hubungannya sama sekali!

Menurut Andre, upaya untuk menggagalkan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah terus saja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Ia sangat menyesalkan karena upaya menggagalkan tersebut justru datang dari orang NTT sendiri yang sangat terpandang, dan mestinya memberikan apresiasi dan dukungan demi kemajuan pembangunan di NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 1