MORAL-POLITIK.COM : Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai PDI Perjuangan merupakan partai doktrin, bukan tipologi parpol kepentingan atau pragmatis.

Menurutnya, PDI Perjuangan tentu berbeda dengan partai lain, partai bukan hanya sebagai tandu politik dan fasilitator menjadi kepala daerah.

PDI Perjuangan tentu punya pakem tersendiri dalam mengusung seorang calon kepala daerah.

Sehingga ada beberapa alasan menggapa PDI Perjuangan tidak akan memilih Gubernur Ahok untuk diusung pada pilkada DKI 2017.

“Pertama, PDIP sangat memperhatikan betul soal loyalitas, Gubernur Ahok adalah politisi kutu loncat, beberapa kali pernah meninggalkan parpol yang mengusungnya jadi Bupati dan Gubernur, politisi pragmatis, memperjuangkan reklamasi dan terkesan membela pemilik modal,” kata Pangi melalui keterangan tertulis, Jumat (26/8/2016).

“Gubernur Ahok in-konsisten, padahal pada ajang Pilgub DKI Jakarta 2012 meminta petahana untuk cuti, sementara saat ini sikapnya tidak sebangun, Gubernur Ahok enggan cuti. Sikap yang selama ini tampak in-konsisten, pada beberapa kasus dapat mengurangi kepercayaan publik (dis-trust) terhadap sosok Gubernur Ahok,” kata Pangi lagi.

Kemudian kalau diperhatikan, Pangi melihat PDI Perjuangan juga bisa dikemudian hari dikhianati. Bukankah tradisi politik PDI Perjuangan bahwa kader itu ‘petugas partai’, sehingga prasyarat kader PDI Perjuangan ialah kader intelektual ideologis, menuntut sebuah loyalitas tingkat tinggi, kader yang bukan mencla-mencle, berani beda karena prinsip, nurani dan logika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

78 − = 71