Home / Populer / Buntut dari drama penyanderaan, ternyata minta dibuatkan mi…

Buntut dari drama penyanderaan, ternyata minta dibuatkan mi…

Kapolda Jabar Moechgiyarto. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Moechgiyarto, mengatakan pelaku penyanderaan di rumah Pondok Indah sempat kelaparan dan minta dibuatkan mi instan pada asisten rumah tangga. Pada saat itulah, sang asisten rumah tangga keluar rumah dan melaporkan peristiwa penyanderaan ini.

“Pembantu diminta buat Supermie karena pelaku tadi mungkin kelaparan. Dari situ pembantu keluar dan melapor,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Jakarta, Sabtu (3/9/2016).

Moechgiyarto menambahkan, awalnya, dua pelaku berhasil memasuki rumah usai membuntuti sang asisten rumah tangga yang baru pulang dari pasar. Pada saat sampai di rumah, pelaku menodong asisten rumah tangga dan meminta ditunjukkan di mana lokasi pemilik rumah.

“Pada saat di dalam itulah pelaku mungkin kelaparan,” tuturnya.

Dia menjelaskan dua pelaku berinisial AJ dan S yang menurut pengakuan mereka berasal dari Solo.

Seperti diketahui, penyanderaan yang terjadi di sebuah rumah di kawasan Pondok Indah terjadi sejak pagi tadi. Sekitar pukul 10.00 WIB seorang pembantu rumah tangga berhasil melarikan diri.

Sekitar pukul 14.00 WIB, polisi menyerbu masuk rumah untuk menyelamatkan sandera dan berhasil membawa korban beberapa saat kemudian.

Reporter  : Novita Intan Sari
Editor      : Erny
Sumber    : Merdeka.com
Baca Juga :  203 penjudi diamankan, "penjara bisa tak menampung"

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button