Home / Sains / “Ground Breaking” atau “Launching” Jembatan Pancasila Palmerah? Ini sebut Andre Koreh…

“Ground Breaking” atau “Launching” Jembatan Pancasila Palmerah? Ini sebut Andre Koreh…

Kepala Dinas PU NTT Andre W. Koreh. (Foto: dok. Dinas PU NTT)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atau mulai dikenal luas sebagai Provinsi Flamboyan ini, musim mulai berganti dari musim panas ke musim hujan atau dingin.

Sebut saja di Kota Kupang sebagai Ibukota Provinsi NTT, tiba-tiba kemarin siang teriknya mencapai 35 derajat celsius tapi turun hujan sangat deras hampir dua jam, menyebabkan lampu listrik PLN di seputaran kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT padam.

Walaupun hujan cukup lama, tapi jalan-jalan di Kota Kupang tak tergenang air sehingga menyebabkan kemacetan arus lalulintas.

Hal menarik lain yang selalu menjadi diskursus dimana-mana adalah soal rencana pemerintah Provinsi NTT membangun Jembatan Pancasila Palmerah di Kabupaten Flores Timur lengkap dengan turbin listrik energi baru terbarukan.

Nada-nada sumbang bahwa pembangunan jembatan itu diurung untuk jangka waktu 5, 10, hingga 30 tahun bakal berakhir, sebab Kepala Dinas PU NTT Andre W. Koreh atas nama Gubernur NTT Frans Lebu Raya terus melebarkan sayap perjuangannya.

Media ini menyaksikan melalui CCTV di kantor Dinas PU NTT bahwa ada satu team work yang sedang bekerja, dimulai dengan pra feasibility study (PFS), untuk kemudian dibawa ke proses feasibility study (FS), lalu dimulai dengan proses pelelangan ulang untuk melakukan pra kualifikasi (PK) konsultan yang kedua, setelah PK pertama sebulan lebih yang lalu mengalami kegagalan, oleh karena tak ada konsultan di Indonesia yang mempunyai pengalaman dalam membangun jembatan berturbin yang melahirkan energi listrik.

Ketika Andre Koreh ditanyai perihal pelaksanaan pelelangan kedua ini, ia mengatakan bahwa ada enam perusahaan lagi yang memasukan penawaran, dan kini penawaran-penawaran tersebut sedang masuk dalam tahapan evaluasi. Kalau tidak ada halangan berarti proses lelang bisa dilanjutkan.

Baca Juga :  Partai Gerindra buka peluang Gatot dampingi Prabowo

“Jika kualitasnya masih sama dengan pelelangan pertama, maka kemungkinan lelang ini akan gagal lagi. Itu berarti telah memenuhi syarat untuk melakukan tindakan lelang pengadaan barang dan jasa dengan cara melakukan seleksi langsung atau penunjukan langsung, tapi tentu dengan kriteria khusus, antara lain pemerintah bisa menunjuk secara langsung perusahaan yang mampu membangun kemitraan, menjalin kebersamaan dengan para ahli yang berpengalaman,” katanya.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button