Home / Sains / Harga Diri NTT, Bonus PON XIX 2016 Jabar, Jembatan Pancasila Palmerah Plus

Harga Diri NTT, Bonus PON XIX 2016 Jabar, Jembatan Pancasila Palmerah Plus

Ketika peraih medali Perak Cabang Olahraga Taekwondo melaporkan keberhasilannya meraih Medali Perak kepada Ketua Harian KONI NTT/CDM Andre W. Koreh, di Kota Bandung, Provinsi Jabar. Foto : Ist.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Harga diri Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) benar-benar dipertaruhkan di kancah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Harga diri tersebut harus ditunjukan dengan peraihan lebih dari tiga medali emas di PON ini untuk memproklamirkan bahwa ada kemajuan pembinaan yang dilakukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTT di bawah pimpinan ketua umumnya Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Ketua Hariannya Andre W. Koreh selama kurang dari empat tahun terakhir ini.

Impian itu sangat wajar jika disenandungkan Andre W. Koreh, kala dicecar pertanyaan diselah-selah bertandingnya atlet-atlet Povinsi Flamboyan di Kota Legenda Jabar mulai dari 17 hingga 29 September 2016 mendatang.

Tekad dari Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) NTT ini boleh-boleh saja diujarkannya, sama seperti Ketua Harian/CDM provinsi lainnya. Apalagi oleh Jabar sebagai tuan rumah, yang hingga ketika kini terus mendulang medali emas untuk mengokohkan dirinya sebagai juara umum, mengalahkan DKI Jakarta yang selama ini selalu menggondol predikat paling prestesius tersebut.

“Kita harus meraih lebih dari tiga medali emas untuk membuktikan bahwa NTT tak tidur tanpa mimpi selama empat tahun terakhir ini. Namun perolehan medali-medali harus dengan cara yang terhormat, bermartabat, penuh sportivitas, dengan cucuran keringat, dan bila perlu dengan bersimbah airmata,” demikian antara lain ujar Andre W. Koreh manakala diberondong dengan pertanyaan ketika sedang menyaksikan laskar-laskar NTT bertarung untuk merebut medali, plus bonus-bonus baik berupa rumah tipe 36 seharga lebih dari Rp. 140 Juta, dan uang untuk peraih medali emas Rp. 100 Juta, medali perak Rp. 75 Juta, dan medali perunggu Rp. 50 Juta.

Baca Juga :  Menteri Yohana sebut perkataan kotor Ahok hasil pendidikan keluarga !

Mantan Ketua KNPI NTT ini bukan saja bermimpi perihal perolehan medali-medali, tapi yang tak kalah menariknya adalah ambisi besar dia agar perjuangan ground breaking (GB) Jembatan Pancasila Palmerah (JPPP) yang dilengkapi turbin listrik energi baru terbarukan yang menghasilkan arus listrik berkekuatan potensial 300 Megawatt (MW) di Kabupaten Flores Timur pada 13 Desember 2016 mendatang, tetap terlaksana sebagaimana harapan.

Menurut Andre, GB JPPP tetap berjalan sebagaimana skenario. Kalaupun terdengar nada-nada sumbang bahwa proyek tersebut belum waktunya di bangun di Bumi Flamboyan mesti dipandang sebagai penyemangat atau bumbu-bumbu penyedap untuk melezatkan makanan.

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button