Home / News NTT / Satker Dinas PU NTT protes Proyek IFAT di Taman Pantai Kelapa Lima

Satker Dinas PU NTT protes Proyek IFAT di Taman Pantai Kelapa Lima

Satket Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT Bagian Pembangunan Taman, Dona Fabiola Tho. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM : Proyek Pembangunan (IFAT) yang dibangun di lokasi taman di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat disesalkan, kuat dugaan sedang bermasalah.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengeluarkan surat ijin membangun di tempat yang sudah diijinkan. Seharusnya Pemkot harus lebih teliti sebelum memberikan surat ijin,” kata Satker Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT Bagian Pembangunan Taman, Dona Fabiola Tho kepada moral-politik.com, Rabu (7/9/2016).

Menurut Dona, Pemkot Kupang kalau sudah mengeluarkan surat ijin membangun untuk Pihak A, jangan lagi memberikan ijin kepada pihak B untuk membangun di tempat yang sama, karena dengan tindakan Pemkot mengeluarkan ijin kepada dua pihak, dan membangun di tempat yang sama, dirinya rasa sangat terganggu dengan pembangunan gedung (IFAT) tersebut.

Ia berharap kepada Pemkot Kupang agar menghentikan pembangunan IFAT di lokasi yang pihaknya sudah bangun, karena dengan pembangun tersebut ada dampak buruknya kepada masyarakat yang menikmati pantai itu.

“Padahal yang membangun terlebih dahulu adalah kami dari Dinas PU Provinsi NTT. Pada saat kami sudah membangun tiba-tiba Pemkot Kupang mengeluarkan ijin lagi untuk membangun gedung IFAT di lokasi yang sama, dan pembangunan itu sangat fatal,” pungkas Dona.

Senada dengan Dona, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Provinsi NTT, Riki Habel menyatakan, ia sangat terganggu dengan pengerjaan gedung (IFAT) di Pantai Kelapa Lima, dimana pemerintah mengeluarkan ijin untuk membangun Gedung IFAT di lokasi yang pihaknya sedang bangun.

Baca Juga :  Lahan Terbatas, Jonas Salean Ajukan Ranperda Pemakaman dan Pengabuan Jenazah

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button